Home Start Back Next End
  
30
“Tolong,
wahai Pak serigala
yang baik hati! Jangan Makan saya. Saya
ini
tidak
gemuk. Malahan,
saya
ini
sangat jelek. Saya
takut,
jika Pak Serigala
yang baik hati memakan saya, perut Pak Serigala akan sakit.”
Serigala tertawa dengan sangat keras mendengar permohonan Si Itik.
“Maafkan aku, Bu Itik. Sudah tiga
hari
ini, aku tidak
makan apa-apa.
Bukankah, ketika kita lapar, semuanya terasa enak? Lagi pula, taktik seperti
tadi sudah pernah dilakukan
oleh
nenekmu.
Ibuku
selalu bercerita tentang
nenekmu yang dulunya berhasil mengelabui kakekku.”
Serigala
kembali
tertawa,
bahkan lebih
keras
dari
sebelumnya.
Dan
serigala pun
melompat. Sesaat sebelum terkaman
itu berhasil, bunyi
tembakan
seakan
mengoyak
pagi
yang
masih
basah.
Sang Serigala tergeletak setelah
peluru para pemburu menembus tubuhnya.
“Untung 
kita 
datang 
tepat 
waktu. 
Jika 
tidak, 
buruan 
kita 
sudah
dimakan
oleh
serigala
itu.
Oh
lihat,
apa
yang
berhasil
kita
tangkap!
Seekor
itik. Lumayan enak untuk digulai.”
Dari cerita-cerita di atas penulis memilih cerita nomor 1 sebagai
2.4.5
Karakter Si Itik Buruk Rupa
?       
Si Itik Buruk
Rupa
Polos, haus akan kasih sayang dan perhatian
?       
Ibu si Itik Buruk
Rupa
Membeda-bedakan dan hanya melihat dari satu sisi
?       
Sepupu si Itik Buruk Rupa
(bebek)
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter