Home Start Back Next End
  
42
perkelahian, perampokan narkoba dan
berbagai tindak kekerasan
lainnya),
membuat
kita
tersentak
dan
menyadari bahwa
selama
ini
kita
mengalami kesalahan
dalam
menerapkan
strategi
pembangunan. Pembangunan
yang
hanya
mengutamakan
kemajuan
fisik
semata-mata
ternyata
tidaklah
cukup
tanpa
diimbangi
pembangunan
di
bidang
mental-psikologis, yaitu
pembentukan
sikap/prilaku
warga
masyarakat
(peserta didik) agar menjadi manusia yang berbudi luhur (berakhlaq mulia)
Menurut 
hasil 
penelitian 
yang 
dilakukan 
Yayasan 
Kesejahteraan 
Anak
Indonesia (YLKI)
menunjukkan persentase acara
yang secara khusus
ditujukan bagi
anak-anak 
relatif 
kecil 
hanya 
2,7-4,5%. 
Yang 
lebih 
mengkhawatirkan 
ternyata
persentase kecil inipun materinya sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan anak-
anak (
acetak&id_beritacetak=73963, tanggal 26 Februari 2011, pukul 17.12 WIB)
Televisi
adalah
media
yang
potensial sekali
tidak
saja
untuk
menyampaikan
informasi
tetapi
juga
membentuk
perilaku
seseorang,
baik
ke
arah
positif
maupun
negatif, disengaja ataupun tidak. Sebagai media audio visual TV
mampu merebut 94
%
saluran masuknya pesan-pesan atau
informasi ke dalam jiwa
manusia yaitu
lewat
mata dan telinga.
Televisi
mampu
untuk
membuat orang pada umumnya mengingat
50 % dari apa yang mereka lihat dan dengar di
layar televisi walaupun hanya sekali
ditayangkan. Atau, secara
umum orang akan
ingat 85 % dari apa
yang
mereka
lihat
di TV, setelah 3 jam kemudian dan 65 % setelah 3 hari kemudian.
(
tanggal 26 Februari 2011, pukul 12.55 WIB)
Jika
kita
perhatikan
dalam
film
kartun
yang
bertemakan kepahlawanan
misalnya,  pemecahan  masalah 
tokohnya  cenderung  dilakukan  dengan  cepat  dan
mudah
melalui
tindakan
kekerasan. Cara-cara
seperti
ini
relatif
sama
dilakukan
oleh
musuhnya (tokoh antagonis). Ini
berarti tersirat pesan bahwa
kekerasan
harus
dibalas
dengan kekerasan, begitu pula kelicikan dan kejahatan
lainnya perlu dilawan
melalui
cara-cara yang sama.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter