Home Start Back Next End
  
4
itu penulis mendapatkan 74% responded kesusahan dalam menentukan tokoh
dalam kisah Ramayana dikarenakan penggambaran visualnya yang serupa dan
sering tertukar dengan kisah pewayangan lainnya.
2.2
Data Umum Ilustrasi
2.2.1
Sejarah Ilustrasi
Ketika kita membicarakan gambar dalam konteks Ilustrasi berarti
memperbincangkan gambar dalam bingkai fungsi.Sisi fungsi sangat melekat
dalam kata ‘Ilustrasi’.Hal ini terjadi karena dalam sejarahnya
kata “Illustrate” muncul akibat pembagian tugas fungsional antara teks dan
gambar. Dari etimologinya Illustrate berasal dari kata ‘Lustrate’ bahasa Latin
yang berarti memurnikan atau menerangi. Sedangkan kata‘Lustrate’ sendiri
merupakan turunan kata dari * leuk-
(bahasa Indo-Eropa) yang berarti ‘cahaya’
(Grolier Multimedia Encyclopedia 2001).Dalam konteks ini Ilustrasi adalah
gambar yang dihadirkan untuk memperjelas sesuatu yang bersifat tekstual.
Ilustrasi adalah anak industrialisasi yang mendambakan spesialisasi
dalam mekanisme kerjanya. Pada awal abad pertengahan terjadi pembagian tugas
kerja antara seorang ’Scrittori’ dan seorang ’Illustrator’ dalam pembuatan
sebuah illuminated manuscript.Posisi seorang Scrittori bertugas untuk
menyiapkan dan mendesain huruf atau kaligrafi dari teks sebuah buku atau
manuskrip. Sedangkan seorang Ilustrator bertugas untuk memproduksi ornamen
dan gambar yang memperjelas isi teks.Pemilahan tersebut mengawali dan
mempertegas istilah Ilustrasi menjadi selalu berdimensi fungsi.
Fungsi memperjelas sebuah teks atau bahkan memberi sentuhan dekorasi
pada lembar-lembar teks memberi gambaran bahwa saat itu gambar (ilustrasi)
adalah subordinan dari teks.Gambar adalah pelengkap teks.Gambar hanyalah
wahana untuk mengantarkan pemahaman secara lebih utuh dari sebuah
teks.Seorang Ilustrator harus dapat memahami isi teks dan kemudian
mengilustrasikannya dalam bentuk gambar.Kemampuan mentranslasikan dari
sesuatu yang tekstual ke dalam bentuk yang visual menjadi poin penting sebagai
seorang Ilustrator.Ilustrator berperan sebagai penerjemah (interpreter) ke pada
pembaca dari sesuatu yang abstrak (wilayah bahasa/tekstual) ke dalam sesuatu
yang konkret sifatnya (wilayah rupa).Tuntutan kepiawaiannya tidak berhenti
pada tataran olah rupa (visualisasi) saja, tetapi juga mencakup wawasan
(pemahaman terhadap teks) dan olah komunikasinya (bagaimana cara
menyampaikan kepada pembacanya melalui rupa).Posisi Ilustrator dalam hal ini
adalah sebagai visual interpreter.Secara fungsional Ilustrator berada di posisi
antara (in between) penulis dan pembacanya. Di sisi lain posisi seorang Ilustrator
adalah sebagai seorang visual dekorator. Menyiapkan iluminasi sebagai bingkai
penghias ataupun mengisi ruang-ruang kosong dalam sebuah manuskrip.
Era illuminated manuscript ini berakhir ketika gambar yang sebelumnya
dieksekusi melalui teknik manual, mulai dicetak dengan teknik woodcut.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter