Home Start Back Next End
  
5
Selanjutnya mekanisasi dan massalisasi sebuah buku menjadi semakin
menemukan bentuknya dengan penemuan movable type (1451).Walaupun
penyajiannya tidak terlalu beranjak jauh dari era illuminated manuscript; unsur
dekorasi dalam bentuk ornamen membingkai tiap halamannya dan gambar
kadang tampil penuh satu halaman sebagai penjelas teks.
Pada akhir abad 18, muncul sebuah Gerakan Romantik yang kemudian
mempengaruhi pergeseran posisi seorang Ilustrator dan fungsi dari
Ilustrasi.Gagasan baru yang ditawarkan adalah seorang ilustrator selayaknya
bebas dalam menginterpretasikan sebuah teks dengan keliaran
imajinasinya.Ilustrator menjadi lebih mandiri.Posisi yang pada awalnya
subordinan dari teks, kini memiliki nilai
tawar dan tempatnya sendiri.Kebebasan
berkreasi tersebut menjadikan ilustrator bagai seorang seniman.Konsep ini
sebenarnya telah muncul lebih dulu pada abad 6 SM di Cina.Pada masa itu,
seorang pelukis juga seorang penyair.Dengan demikian, karyanya mencerminkan
gabungan dari keduanya.
Perkembangan selanjutnya mencapai titik puncak pergeseran fungsi
Ilustrasi adalah pada abad 19 di Perancis.Penanda penting adalah dengan
munculnya Livre De Peintre (painter’s book).Ilustrasi tidak hanya menjadi
bagian atau pelengkap sebuah buku, tetapi menjadi sesuatu yang sifatnya lebih
dominan. Buku –
buku tersebut di desain oleh para seniman dan diproduksi
dalam jumlah terbatas. Livre yang cukup berpengaruh adalah Pararellment karya
Pierre Bonnard yang ditulis oleh Paul Verlaine.Seniman-seniman lain yang juga
menghasilkan livre adalah Henry Matisse, Marc Chagall dan Pablo Picasso.
Kemandirian Ilustrasi bahkan kemudian semakin dikukuhkan dengan
aktifitas-aktifitas jurnalisme visual oleh para seniman yang terjun langsung di
daerah peperangan untuk mengabadikan secara on the spot melalui sketsa dan
gambar, ataupun para Kartunis dengan komentar-komentar visualnya melalui
kartun opininya.Dalam konteks ini Ilustrasi sudah tidak berfungsi sebagai
penjelas teks, tetapi sebagai teks (visual) yang berdiri sendiri. Ilustrasi tidak
sebagai perantara dari penulis kepada pembacanya, tetapi posisi Ilustrator
sebagai author itu sendiri. Ilustrasi menemukan otonominya sendiri.
2.2.2
Ilustrasi di Indonesia
Di Indonesia, sejarah tradisi ilustrasi dapat merujuk kepada lukisan gua
yang terdapat di Kabupaten Maros, provinsi Sulawesi Selatan dan di pulau
Papua.Jejak ilustrasi yang berumur hampir 5000 tahun itu menggambarkan
tumpukan jari tangan berwarna merah terakota. Selain lukisan gua, wayang beber
dalam hiburan tradisional Jawa dan Bali dilihat sebagai ilustrasi yang
merepresentasikan alur cerita kisah Mahabarata, tradisi yang kira-kira muncul
bersamaan dengan berdirinya kerajaan Sriwijaya yang menganut agama Hindu di
Pulau Sumatera bagian Selatan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter