Home Start Back Next End
  
6
Sejarah panjang Ilustrasi tidak bisa dilepaskan dari dunia buku.
Pemahaman kita terhadap fungsi Ilustrasi sebagai penjelas, memperindah atau
bahkan pemahaman fungsi yang lebih avant garde tidak terpisah dari
perkembangan dan pemaknaan ulang media
di mana ilustrasi tersebut
diaplikasikan. Pergulatan panjang posisi Ilustrator melalui cara ungkap visual
maupun pesan tidak lepas dari semangat jamannya.
Di Indonesia karya Ilustrasi dapat kita jejak melalui artifak-artifak visual
naratif yang ada.Merunut khasanah visual naratif di Indonesia tidak kalah
panjang dengan sejarah visual naratif di belahan dunia lainnya.Catatan-catatan
visual di garca-garca goa yang bertebaran dari Leang-leang di Sulawesi sampai
goa Pawon di Jawa Barat menjadi penanda bertutur
visual era pra
sejarah.Gambar-gambar pada lembar-lembar lontar ataupun pada media Wayang
Beber menandai era pra modern. Di era kolonialisasi muncul media-media
modern seperti majalah atau surat kabar. Melalui media surat kabar ataupun
majalah tersebut terjadi transfer ilmu (ilustrasi) baik teknis maupun gagasan dari
Ilustrator asing (penjajah) kepada para Ilustrator bumi putra. Walaupun istilah
’Ilustrasi’ bukan dari kamus bahasa kita sendiri, secara subtantif artifak-artifak
visual/gambar tersebut memiliki kesamaan secara fungsional, menjelaskan atau
menerangkan.
Dari rentang waktu antara th 1920-1960 (di Indonesia) dari artifak yang
berhasil dikumpulkan (dalam media massa) akan memberi gambaran dinamika
Ilustrator dan karya Ilustrasinya. Pengklasifikasian artifak temuan terdiri dari dua
jenis: ilustrasi untuk rubrikasi dan ilustrasi yang menjelaskan cerita atau artikel.
Ilustrasi pada rubrikasi secara fungsi menjelaskan atau memberi
gambaran umum tentang isi rubrik yang diwakilinya.Wakil-wakil visual adalah
resonansi dari judul-judul rubrikasi.Sebagai contoh, judul sebuah rubrikasi
”PAGERAKAN” atau pergerakan wakil visual yang hadir adalah sosok pemuda
berjas dan berpeci dengan gestur bergerak dinamis sebagai foreground.Ikon
catatan-catatan dan suluh lilin menjadi pelengkap penjelas rubrikasi tersebut
dalam background nya.Ada korelasi yang jelas antara gambar dan teks.Gambar
berfungsi memperjelas teks.Ilustrasi sebagai interpretasi visual terhadap teks.
Beberapa artifak rubrikasi dijumpai juga gambar-gambar memiliki
korelasi terasa jauh atau bahkan tidak berhubungan sama sekali dengan rubrik
yang diwakilinya. Teks bertuliskan ”Panjebar Semangat” sedangkan wakil visual
yang hadir adalah gambar pegunungan dengan sawah dan petani, atau stilasi
Kala menyerupai ukiran pintu gerbang.Pemilihan wakil-wakil visual tersebut
dapat kita baca lebih simbolis.Gambar landscape gunung beserta sawah dan
petani ataupun stilasi Kala tersebut sebagai subtitusi Nasionalisme atau Negara
Indonesia.Relasi antara gambar dan teks melalui pendekatan simbolis seperti itu-
pun masih terasa jauh.Relasi gambar dan teks tidak langsung menjelaskan,
terkadang malah terjebak sebagai dekorasi saja.Fungsi gambar pada ilustrasi
rubrikasi jenis ini memiliki kecenderungan besar kearah ilustrasi sebagai
dekorasi visual, walaupun tidak menutup kecenderungan lainnya.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter