![]() 2.3.3
Jenis Wayang
Selama berabad-abad, budaya wayang berkembang menjadiberagam
jenis.Kebanyakan jenis jenis wayang itu tetap nenggunakanMahabarata dan
Ramayana sebagai induk ceritanya. Sedangkan alat
peraganya pun berkembang
menjadi beberapa macam, antara lain yangterbuat dari kertas, kain, kulit, kayu,
dan juga WayangOrang.Perkembangan jenis wayang ini juga dipengaruhi oleh
keadaanbudaya daerah setempat.
Wayang Kulit
Wayang Wahyu
Wayang Golek/ Wayang ThengulBojonegoro
Wayang Menak
Wayang Krucil
Wayang Klitik
Wayang Purwa
Wayang Suluh
Wayang Beber
Wayang Papak
Wayang Orang
Wayang Madya
Wayang Gedog
Wayanng Parwa
Wayang Sasak
Wayang Sadat
Wayang Calonarang
Wayang Kancil
2.3.4
Sendratari
Arkeologi Belanda terkenal, Dr AJ Bernet Kempers, dalam bukunya
Ancient Indonesia Artmengatakan bahwa memiliki bakat kodrati dalam bidang
seni dan kerajinan tangan merupakan cirri khas bangsa Indonesia. Salah satu
cabang seni yang berkembang cukup subur adalah seni tari. Menurut Dr
Soedarsono, pakar tari Indonesia terkemuka, tari
adalah ekspresi jiwa manusia
melalui gerak-gerak ritmis yang indah. Bangsa Indonesia, yang terdiri atas
berpuluh-puluh suku bangsa dan masing-masing memiliki adat dan tradisi sendiri
itu, sangat kaya dengan berbagai jenis tari.
Drama tari adalah karya tari yang berpijak pada alur cerita tertentu
misalnya Ramayana.Dipandang dari jumlah penarinya, missal tari tunggal atau
tari duet, drama tari dapat digolongkan sebagai tari massal karena jumlah
penarinya yang banyak. Drama tari bisa digolongkan menjadi tiga macam, yaitu
tari berdialog prosa, contohnya wayang wong, drama tari berdialog tembang
(drama tari opera), contoh langendarian Jawa Tengah, dan tari drama tari tanpa
dialog yang disebut sendratari (seni drama tari), contohnya Sendratari Ramayana
di Prambanan.Berdasarkan uraian di atas, Sendratari Ramaya bila dipandang dari
|