Home Start Back Next End
  
8
kaarya seni budaya yang sangat dikagumi oleh bangsa Indonesia, karena
mempunyai keunikan yang beragam
Setiap pulau atau wilayah di Indonesia memiliki seni tradisional atau
kebudayaan yang memberikan ciri khas wilayah tersebut.Beberapa seni
tradisional di Indonesia terkadang bukan asli berasal dari wilayah tersebut
sehingga terjadi kemiripan seni tradisional di beberapa tempat. Contohnya adalah
wayang, di Indonesia sendiri seni pertunjukan wayang berasal dari dari beberapa
wilayah sekaligus, tapi dengan adanya diferensiasi kebudayaan di setiap wilayah,
wayangpun memiliki banyak variasi dan memiliki ciri khas tersendiri di setiap
wilayah masing-masing seperti wayang golek asal Jawa Barat dan wayang purwa
asal Jogjakarta.
2.3.2
Wayang di Indonesia
Seni pertunjukan wayang sangat berkembang di Indonesia khususnya di
pulau Jawa dan Bali.Wayang adalah pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari
Indonesia, dan sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni
bertutur.Bukan cuma di Indonesia yang memiliki seni pertunjukan boneka
namun banyak negara memiliki pertunjukkan boneka
sejenis. Pertunjukkan
bayangan boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikkan
tersendiri, yang merupakan mahakarya asli dari Indonesia. Dan untuk itulah
UNESCO memasukannya ke dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 2003.
Tak ada bukti yang menunjukkan wayang telah ada sebelum agama
Hindu menyebar di Asia Selatan.Diperkirakan seni pertunjukkan dibawa masuk
oleh pedagang India.Namun demikian, kejeniusan local, kebudayaan yang ada
sebelum masuknya Hindu menyatu dengan perkembangan seni pertunjukkan
yang masuk memberi warna tersendiri pada seni pertunjukkan di Indonesia.
Sampai saat ini, catatan awal yang bisa didapat tentang pertunjukkan wayang
berasal dari Prasasti Balitung di Abad ke 4 yang berbunyi “si Galigi mawayang”
Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan
yang sudah ada, seni pertunjukkan ini menjadi media efektif menyebarkan agama
Hindu, dimana pertunjukkan wayang menggunakan cerita Ramayana dan
Mahabharata.
Demikian juga saat masuknya Islam, ketika pertunjukkan yang
menampilkan “Tuhan” atau “Dewa” dalam wujud manusia dilarang, munculah
boneka wayang yang terbuat dari kulit sapi, dimana saat pertunjukkan yang
ditonton hanyalah bayangannya saja, yang sekarang kita kenal sebagai wayang
kulit.
Untuk menyebarkan Islam, berkembang juga wayang Sadat yang
memperkenalkan nilai-nilai Islam.
Pun ketika misionaris Katolik, Pastor Timotheus L. Wignyosubroto SJ
pada tahun 1960 dalam misinya menyebarkan agama Katolik mengembangkan
Wayang Wahyu, yang sumber cerita berasal dari Alkitab.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter