|
4
sejak 1952. Yang memulai satu keluarga dari Desa Siman, 25 km barat Kota
Lamongan, dan kemudian diikuti generasi berikutnya.
Soen'an yang juga pendiri Koperasi Pecel Lele mengemukakan, warga pesisir
Lamongan kebanyakan merantau ke luar negeri, terutama ke Timur Tengah,
atau biasa disebut sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Sedangkan
masyarakat yang bermukim di pedalaman, memilih merantau ke kota di
seantero Nusantara, berjualan soto yang terkenal dengan nama soto
Lamongan, dan pecel lele.
Kepergian orang Lamongan meninggalkan kampung halaman untuk
menangguk rezeki, disebabkan oleh perpaduan dua faktor. Pertama adalah
faktor pendorong berupa kondisi alamiah Kabupaten Lamongan yang kurang
menjanjikan.
Sedangkan yang kedua adalah faktor penarik, yakni tersedianya rezeki
yang
berlimpah
di kota-kota tempat merantau, seperti Jakarta, Yogyakarta,
Surabaya, Medan, Pontianak, Makassar, Manado, sampai Sorong. Di mana
pun ada keramaian, di situ didirikan tenda warung soto dan pecel lele.
Bermodal Rp 10 juta sampai Rp 20 juta dan keuletan, mereka sanggup
memancing pelanggan berdatangan.
-
Situs ini berisi fakta bahwa warung tenda Lamongan sudah tersebar hampir
di seluruh kota besar di Indonesia,
dengan kisaran harga 10-15 ribu rupiah
menghasilkan omset dan keuntungan yang besar.
-
Situs
portfolio desainer Amerika Michael R. Heck yang membuat essay
dengan judul vernacular typography.
Di dalam essaynya tersebut tertulis
hasil riset dan analisa tentang ciri-ciri tipografi vernakular. Salah satunya ia
menyebutkan ciri-ciri tipografi vernakular adalah display type.
2.2.
Data Hasil Survei
2.2.1.
Observasi
Setelah melakukan survei lapangan hampir di seluruh wilayah Jakarta
yang menjadi pusat-pusat warung tenda di jalan tersebut banyak
tersebar
warung tenda yang memasang spanduk sebagai penutup tendanya dan
sebagai signage
warung mereka yang beraneka jenis. Pemilik warung
makanan biasanya merupakan orang yang berasal dari daerah dan datang
ke Jakarta khusus untuk membuka dan menjalani usaha warung mereka.
Banyak dari mereka mengaku bahwa spanduk tulisan nama warung
mereka itu, mereka peroleh dari asal kampungnya.
Berikut beberapa
spanduk warung tenda Jakarta:
|