|
16
mendeteksi kesalah an den gan cep at
dan
memberikan
mekanisme
y
ang
sedehana dan
mudah dip ahami untuk p enanganan k esalah an.
6.
M
engijinkan p embalikan aksi y ang mud ah.
Hal
ini
dap at
men guran gi
kekh awatiran
p
enggun a
k
arena
p
enggun a men getahui kesalahan
y
an g dilakukan
dap at
dibatalkan,
sehingga
p
enggun a
tidak
takut
untuk
men geksp lorasi
p
ilihan-p ilih an
lain y ang b elum b iasa digun akan.
7.
M
endukung keberadaan kontrol internal.
Pengguna
in gin
menjadi
p
en gontrol
sistem
dan sistem
akan
meresp on
tindakan
y
ang dilakukan p engguna
d
arip ada
p
enggun a
merasa bahwa
sistem
men gontrol p enggun a. Sebaikny a sistem
dirancan g sedemikan rup a
sehin gga p engguna
menjadi inisiator
darip ada resp onden.
8.
M
engurangi beban
in gatan jan gk a p endek.
Keterbatasan
ingatan
manusia
membutuhkan
tamp ilan
y
ang
sederhana
atau
bany ak
tamp ilan
halaman y ang
seb aikny a
disatukan,
serta
diberikan cukup
waktu p elatihan untuk kode, mnemonic, dan
urutan tindakan.
2.1.4
Lima Faktor Manusia Terukur
Terdap at
lima
faktor
manusia terukur
y
ang dap at
digun akan dalam
evaluasi
untuk
men getahui
tingk at
efektivitas, efisiensi, dan kep uasan user
(Shneid erman
&
Plaisant, 2010,p 32), y aitu :
1.
Waktu belajar.
|