|
60
kesalahan atau kegagalan sebesar 66.807 DPMO (defects per million opportunities),
kita harus melakukan berbagai upaya peningkatan (improvement) menuju target 6-
sigma
(Six Sigma) yang hanya akan menghasilkan 3,4 DPM atau 3,4 DPMO.
Peningkatan dari kapabilitas proses 3-sigma
menjadi 4-sigma
membutuhkan
sekitar 10 kali improvement, peningkatan dari kapabilitas proses 4-sigma
menjadi
5-sigma
membutuhkan sekitar 30 kali improvement, sedangkan peningkatan dari
kapabilitas 5-sigma
menjadi 6-sigma
membutuhkan sekitar 70 kali improvement.
Dengan demikian apabila kita menganggap bahwa kinerja bisnis dan industri di
Indonesia sekarang masih berada pada tingkat kapabilitas 3-sigma, maka
dibutuhkan sekitar 21.000 (= 10 x 30 x 70) kali peningkatan untuk mencapai target
Six Sigma. Hal ini berarti semakin tinggi kapabilitas sigma, semakin tinggi pula
upaya peningkatannya agar mencapai keunggulan dan kesempurnaan. Upaya
peningkatan dari 5-sigma
menjadi 6-sigma
akan lebih tinggi daripada upata
peningkatan 4-sigma
menjadi 5-sigma, juga lebih tinggi daripada upaya
peningkatan dari 3-sigma menjadi 4-sigma. (Gaspersz, 2007, p49)
Apresiasi Level pada Six Sigma
Model statistika dalam fungsi-fungsi pengembangan dan peningkatan Six Sigma
disebut dengan Six Sigma
Improvement Initiative. Tujuan model statistik
adalah
untuk menggambarkan unit-unit sigma sehubungan dengan pengukuran suatu
|