|
25
kegiatan tertentu. Dengan demikian maka etos kerja merupakan sikap dasar
seseorang dalam bekerja.
Manusia sebagai mahluk ekonomi mempunyai beragam kebutuhan baik
yang bersifat materi maupun non materi. Kebutuhan materi misalnya
kebutuhan akan makanan (pangan), pakaian (sandang), rumah (papan),
kebutuhan biolgis, dan lainnya. Kebutuhan non materi seperti kebutuhan
terhadap pendidikan, rasa aman, aktualisasi diri, prestasi, kekuasaan dan
lainnya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan inilah manusia
bekerja.
Sejak zaman pra sejarah hingga zaman modern ini bekerja telah menjadi
bagian hidup umat manusia. Nilai-niali agama apapun mengaruskan umatnya
untuk giat bekerja. Manusia zaman dulu bekerja dengan mengandalkan
kekuatan fisik tubuhnya dan peralatan trasdisional yang sangat sederhana
seperti batu, tulang, dan lainnya. Kemudian dengan pengembangan akal
pikiran dan kebudayaan manusia bekerja sejara lebih maju dengan
menggunakan kekuata fisik, akal pikiran, dan teknologi yang lebih modern.
Meskipun sudah menjadi bagian hidup namun sikap seorang dalam
bekerja tidak lah sama. Berbeda etos kerja ini mempengaruhi banyak hal
seperti yang telah disebut diatas. Etos kerja orang dari pegunungan akan
berbeda dari pesisir laut, etos kerja petani berbeda dengan pegawai negeri,
etos kerja orang jawa berbeda dengan orang batak. Demikian pula etos kerja
masyarakat Indonesia berbeda dengan etos kerja masyarakat jepang,
masyarakat Cina, atau masyarakat Amerika.
|