Home Start Back Next End
  
27
jawab sosial, sebaliknya masyarakat akan memuji pengusaha yang
menyumbang pakaian atau beras bagi anak-anak yatim, mendanai
pembangunan masjid atau sarana-sarana sosial. 
Sikap dan perilaku positif pengusaha sudah tentu akan dinilai secara
positif oleh orang lain. Demikian pula dengan kondisi sebaliknya. Pengusaha
yang sukses memahami betul hal ini dan menyadari bahwa orang lain akan
meneladani perilakunya. Orang seringkali menirukan disiplin diri dan
kebiasaan-kebiasaan kerja seorang pengusaha baik itu yang positif maupun
negatif. Jika ia disiplin terhadap waktu maka para manajer dan stafnya juga
akan menghargai waktu, misalnya datang kerja lebih pagi, mengadakan rapat
secara efisien, tidak berlama-lama ketika menelpon, menepati janji, dan
lainnya. Namun kalau pengusaha itu berpakaian tidak rapi, gemar ngobrol
waktu kerja, seringkali membatalkan rapat, atau makan siang berlama-lama,
maka bawahannya pun akan meniru kebiasaan buruk tersebut. Oleh
karenanya pengusaha selalu mengembangkan etos kerja yang berdasarkan
pada karakter positif pribadinya. Jika mengacu pada pendapat Aristoteles
maka pengusaha yang sukses terus membangun etos yang terdiri dari pikiran
yang baik(good sense) moral yang baik (good moral character ) dan niat yang
baik (good will). 
Sifat keteladanan seorang pengusaha tumbuh karena adanya karakter
pribadi yang konsisten pada niali-nilai positif. Baik dalam menjalankan usaha
maupun dalam kehidupan sosial dia memegang
teguh etika dan moral seperti
jujur, adil, sopan, bermoral, dan setiakawan. Karakter dan watak seperti ini
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter