|
35
Warna
dan
tekstur
dari
bangunan
baru
juga
menyesuaikan
dengan
fasad
batu kapur pada bangunan lama. Pada bangunan tambahan dinding eksterior
terdiri
dari
kaca
yang
oleh
layar
beton
untuk
memberikan penyebaran cahaya
alami
tidak
langsung
untuk
pameran.
Di
sudut-sudut
bangunan,
bukaan
antara
layar memungkinkan
sinar matahari langsung
dan pemandangan
ke luar.
II.5
Kesimpulan
Sementara
Redesain
yang dapat
diartikan
merancang
ulang
identik
dengan
membangun
kembali karya arsitektur yang dirasakan kurang tepat guna.
Redesain
dapat dilakukan
dengan
mengubah,
mengurangi
ataupun
menambahkan
unsur
pada
suatu
bangunan,
sehingga
didapat
hasil
yang
efesien,
efektif, dan dapat menjawab masalah yang ada dalam bangunan tersebut.
Wisma atlet harus dirancang
sebagaimana
layaknya sebuah hotel, yang di
dalamnya
terdapat
ruang-ruang
tidur, restaurant,
lobby,
ruang
rapat,
fasilitas
laundry,
housekeeping,
dsb.
Dalam
wisma
atlet
perencanaan dan
perancangan
harus
memperhatikan
aspek
keadilan
dan
dapat
menghadirkan
suasana
seperti
di
rumah. Restaurant untuk atlet meggunakan
sistem self-service.
Perencanaan
atau perancangan
wisma
atlet
perlu
memperhatikan
behavior
(yang
dapat
berupa
hobby,
pekerjaan,
kegiatan,
kebiasaan
dan
semua
hal yang
menyangkut
sifat
dan
perilaku)
dari
orang-orang
yang
akan
memakainya
karena
perancangan
arsitektur
ditujukan
untuk
manusia,
maka
untuk
mendapatkan
perancangan
yang
baik,
arsitek
perlu
mengerti
apa yang
menjadi kebutuhan manusia.
Kelelahan
merupakan
salah
satu
behavior
dari
atlet
yang
perlu
mendapat
perhatian
khusus
karena
kelelahan
pada atlet
menyebabkan
menurunnya
kualitas
dan kuantitas
kerja
atau
olahraga
yang
akan
berakibat
negatif
pada
pencapaian
prestasi
atlet.
Kelelahan
dapat
dibedakan
menjadi
kelelahan
fisik
dan
kelelahan
mental.
Penyebab
kelelahan
dapat
berasal
dari faktor
eksternal
dan internal.
Penyebab
eksternal
antara
lain beban
dan
intensitas
pekerjaan
yang
tinggi,
pekerjaan
ataupun
kegiatan
yang monoton,
kondisi
lingkungan
(kebisingan,
suhu
udara,
pencahayaan,
dsb),
dan
kesesakan,
sedangkan
faktor
internal
dipengaruhi
oleh
keadaan
individu
itu
sendiri
yang
dapat
berupa
status
gizi,
gangguan
tidur,
penyakit, dan kondisi psikis
individu.
|