|
Aplikasi dan perkembangan pendekatan ini ke dalam perilaku agresif
dipelopori oleh Arnold Buss dan
Albert Bandura (dalam Praditya, 1999).
Teori Buss berfokus pada faktor-faktor sosial dan kepribadian sebagai
variabel yang mempengaruhi perilaku agresif. Sedangkan Bandura
menekankan bagaimana individu mempelajari perilaku agresif dengan
mengamati orang.
Menurut Bandura dkk (dalam Koeswara, 1988), agresi dapat dipelajari
dan terbentuk melalui perilaku meniru atau mencontoh perilaku agresi
yang dilakukan oleh individu lain yang dianggap sebagai contoh atau
model. Dalam hal ini, individu dapat mengendalikan
perilaku yang
ditirunya dan menentukan serta memilih objek imitasinya.
Sears dkk (1994) memperjelas dengan menambahkan sebuah
mekanisme penting dalam proses belajar. Proses tersebut adalah proses
penguatan. Proses penguatan adalah proses penyerta yang akan
menentukan perilaku imitasi sebelumnya akan diinternalisasi atau tidak.
Jika suatu perilaku mendapatkan penguatan (reinforcement) atau terasa
menyenangkan, maka timbul keinginan untuk mengulanginya. Sebaliknya
jika perilaku tersebut mengakibatkan individu dihukum atau merasa tidak
menyenangkan, individu cenderung untuk tidak mengulanginya.
2.1.3
Jenis Agresi
Pengelompokan jenis agresi menurut berbagai ahli tentu saja cukup beragam
antara lain oleh Brigham, Sears dkk, Berkowitz, Moyer serta Buss dan Perry. Pada
penelitian ini, peneliti memilih teori dari Buss dan Perry, karena menurut peneliti,
|