59
4. Ruang harus bebas dari cacat-cacat akustik
Cacat akustik merupakan kekurangan-kekurangan yang terdapat
pada pengolahan elemen pembentuk ruang
gedung pertunjukan yang
menimbulkan permasalahan akustik. Adapun cacat akustik yang biasa
terjadi pada sebuah gedung pertunjukan yang tidak di desain dengan baik
menurut Doelle (1990:64) ada delapan jenis, yakni: gema/echoes,
pemantulan yang berkepanjangan (long -
delayed reflections), gaung,
pemusatan bunyi, ruang gandeng (coupled spaces), distorsi, bayangan
bunyi, dan serambi bisikan (whispering gallery).
Gema (echoes) merupakan cacat akustik yang paling berat, terjadi
bila bunyi yang dipantulkan oleh suatu permukaan tertunda cukup lama
untuk dapat diterima dan menjadi bunyi yang berbeda dari bunyi yang
merambat langsung dari sumber suara ke pendengar. Terkait dengan hal
ini Mills (1990:28) berpendapat: Reflections off large plane surfaces risk
being heard as echoes, that is discrete delayed repetitions of the direct
sound. Jadi pemantulan suara yang mengenai permukaan datar yang
lebar beresiko terdengar sebagai gema, yang ditandai dengan adanya
penundaan yang berulang-ulang dari bunyi langsung.
Pemantulan yang Berkepanjangan (Long -
Delayed Reflections)
adalah cacat akustik yang sejenis dengan gema, tetapi penundaan waktu
antara penerimaan bunyi langsung dan bunyi pantul agak lebih singkat,
sedangkan gaung merupakan cacat akustik yang terdiri atas gema-gema
kecil yang berturutan dengan cepat. Peristiwa ini dapat diamati bila
terjadi ledakan singkat seperti tepukan tangan atau tembakan yang
dilakukan di antara dua permukaan dinding atau pemantul bunyi yang
|