Start Back Next End
  
14
komunikasi itu. Sementara Rakhmat (2003) menyebutnya sebagai proposisi
unsur isi dan unsur hubungan.
Seorang komunikator harus bisa menyusun pesan berita secara
sistematis, baik, sesuai dengan jenis medianya, agara komunikannya bisa
memahami isi pesan tersebut. Itulah sebabnya mengapa perlu ada cara
penulisan lead
untuk media cetak, lead untuk media elektrinik, cara menulis
artikel yang baik, dan seterusnya. Semua itu menunjukkan pentingnya unsure
isi dalam komunikasi massa.
6.
Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Karena komunikasi massa berkomunikasi melalui media massa, maka
komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung.
Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikan pun aktif menerima
pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog sebagaimana
halnya terjadi dalam komunikasi antarpersona dalam mengendalikan arus
informasi.
7.
Stimulasi Alat Indra Terbatas
Ciri komuniaksi massa lainnya yang dapat dianggap salah satu
kelemahannya, adalah stimulasi alat indra yang terbatas. Pada komunikasi
antarpersona yang bersifat tatap muka, maka seluruh alat indra pelaku
komunikasi, komunikator dan komunikan, dapat digunakan secara, maksimal.
Dalam komunikasi massa, stimulasi alat indra bergantung pada jenis
media massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat. Pada
radio siaran dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar, sedangkan pada
media televisi dan film, kita menggunakan indra pengelihatan dan
pendengaran.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter