|
22
Museum Seni Rupa dan Keramik termasuk ke dalam golongan A. Bangunan ini
dilindungi oleh SK Mendikbud Nomor 0128/M/1998.
Museum ini memiliki 500-an karya seni rupa terdiri dari koleksi lukisan dan
patung Koleksi lukisan tertua berupa lukisan Bupati Cianjur karya R. Saleh
Syarif Bustaman (1807-1880). Dari masa Mooi Indie (1908-1936) terdapat
koleksi lukisan yang mengacu pada keindahan karya Wakidi, M. Pirngadi,
Ernest Dezentje serta Basuki Abdullah. Masa Persatuan Ahli Gambar Indonesia
(1938) yang menjadi masa kebangkitan seni rupa di Indonesia diwakili lukisan
karya Agus Djaya, S. Sudjono, Henk Ngantung, Emiria Sunassa, RGA Sukirno
dan lain-lain. Masa Revolusi/Pendirian Sanggar (1945) terdapat lukisan karya
Sudjono Kerton, Affandi, Trubus, Hendra Gunawan, Barli Sasmita dan lain-lain.
Kemudian dari masa Lahirnya Akademi (1950an) terdapat lukisan Kusnadi,
Widayat, Bagong Kusudihardjo, Abas Alibasyah, Sunarto PR, Popo Iskandar,
Ahmad Sadali, Srihadi, AD Pirous, Amang Rahman, Rudi Isbandi, OH Supono
dan lain-lain. Tahun 1960-an terdapat koleksi Nyoman Gunarsa, Mulyadi, Joko
Pekik. Tahun 1970an terdapat lukisan karya Abdulrahman, Sri Warso Wahono,
Nunung WS.Tahun 1980an terdapat lukisan karya Ivan Sagito, Dede Eri Supria,
Sarnadi Adam, Subandiyo. Kemudian dekade 90an terdapat lukisan karya
Nasirun dan I Made Sukandana.
Diantara koleksi-koleksi tersebut ada beberapa koleksi unggulan dan amat
penting bagi sejarah senirupa Indonesia. Koleksi tersebut berjudul Pengantin
Revolusi karya Hendra Gunawan, Bupati Cianjur karya Raden Saleh,
Ibu
Menyusui karya Dullah, Seiko karya S. Sudjojo dan Potret Diri karya Affandi.
Koleksi seni rupa yang lain yaitu patung yang bercirikan klasik tradisional dari
|