Start Back Next End
  
3
2.2.5  Komunikasi sosial
Komunikasi dari kata Latin, Kommunication, artinya hal memberitahukan,
pemberitahuan, hal memberi bagian dalam, pertukaran. Kata sosial ‘socius’ berarti
teman atau kawan. Dengan demikian komunikasi sosial dapat diartikan secara
umum sebagai suatu bentuk interaksi antar individu atau kelompok yang dilakukan
dengan cara verbal maupun non-verbal, dengan maksud untuk menyampaikan
sesuatu pesan, dengan cara yang dapat dipahami oleh kedua pihak, dan yang mampu
menghasilkan tanggapan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. 
Perasaan adalah reaksi internal kita terhadap aneka pengalaman kita yang
disertai perubahan-perubahan fisiologis tertentu.. 
Ada dua cara mengungkapkan perasaan yakni secara verbal maupun non
verbal. Secara verbal yakni menggunakan kata-kata. Non-verbal adalah dengan
menggunakan isyarat lain selain kata-kata misalnya sorot mata, raut muka, kepalan
tinju dan sebagainya.  Tindakan atau perbuatan pada dasarnya berbicara lebih
banyak dari pada kata-kata lisan. Intonasi, kontak mata, sikap tubuh sentuhan
semuanya itu mengkomunikasikan motif-motif dan perasaan-perasaan tersembunyi
dari pelakunya. 
Menurut Johnson perilaku non-verbal memiliki beberapa ciri: 
a.
merupakan kebiasaan, maka bersifat otomatis dan jarang kita sadari.
b.
Berfungsi mengungkapkan perasaan kita yang sebenarnya, kendati dengan
kata-kata kita berusaha menyembunyikannya.
c.
Sarana utama untuk mengungkapkan emosi. Agar benar-benar memahami
pembicaraan seseorang, maka bagian non-verbal nya harus sungguh-sungguh
dicermati.
d.
Memiliki makna yang berbeda bagi budaya yang berbeda.
e.
Memiliki makna yang berbeda dari orang ke orang atau dari waktu yang
berlainan. 
Deskripsi perasaan yang baik harus mengandung dua unsur, yakni pertama:
pernyataan pribadi (saya, aku.. ) dan kedua : salah satu dari empat hal berikut, yakni:
nama perasaan, kiasaan perasaan, bentuk tindakan yang ditimbulkan oleh perasaan
atau kiasan katanya. 
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter