Start Back Next End
  
18
1.
Peramalan kuantitatif (quantitative forecast)
menggunakan model matematis
yang beragam dengan data masa lalu dan variabel sebab akibat untuk
meramalkan permintaan. 
2.
Peramalan subjektif atau kualitatif (qualitative forecast) menggabungkan faktor,
seperti intuisi, emosi, pengalaman pribadi, dan sistem nilai pengambil keputusan
untuk meramal.
2.1.3.4 Jenis – Jenis Peramalan
Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2010 : 164), organisasi pada
umumnya
menggunakan tiga tipe peramalan yang utama dalam perencanaan
organisasi di masa depan :
1.
Peramalan ekonomi (economic forecast) menjelaskan siklus bisnis dengan
memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk
membangun perumahan, dan indikator perencanaan lainnya.
2.
Peramalan teknologi (technological forecast) memperhatikan tingkat kemajuan
teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, yang
membutuhkan pabrik dan peralatan baru.
3.
Peramalan permintaan (demand forecast) adalah proyeksi permintaan suatu
produk atau layanan suatu perusahaan. Peramalan ini disebut juga peramalan
penjualan, yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan
dan menjadi input bagi perencanaan keuangan, pemasaran, dan sumber daya
manusia.
2.1.3.5 Model –Model Peramalan
Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2010 : 168), peramalan memiliki dua
model yang terdiri dari masing-masing metode yaitu :
a.
Model deret waktu
Model deret waktu membuat prediksi dengan asumsi bahwa masa depan
merupakan fungsi dari masa lalu. Dengan kata lain, mereka melihat apa yang
terjadi selama kurun waktu tertentu dan menggunakan data masa lalu tersebut
untuk melakukan peramalan. 
b.
Model asosiatif
Model asosiatif (hubungan sebab akibat), seperti regresi linier,
menggabungkan
banyak variabel atau faktor yang mungkin mempengaruhi
kuantitas yang sedang diramalkan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter