|
34
dengan anggota dan komunitas lain yang berinteraksi untuk batas waktu yang tidak ditentukan
(Sangkala: 2007).
COP menganggap partisipasi dan praktik
dibagi di antara anggota komunitas
yang
secara aktif berpartisipasi dalam praktik komunitas bersama
untuk bertahan hidup , untuk
menyelesaikan tugas-tugas dan untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Dalkir (2011: 127), COP dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang,
bersama dengan pembagian sumber daya dan hubungan dinamis
mereka, yang berkumpul
untuk memanfaatkan pengetahuan
bersama, guna meningkatkan pembelajaran dan
menciptakan nilai bersama untuk kelompok.
Istilah "komunitas" menunjukkan bahwa
kelompok-kelompok ini tidak dibatasi oleh ciri khas geografis, unit bisnis, atau batas-batas
fungsional melainkan dengan tugas, konteks, dan kepentingan umum. Kata "praktek"
menyiratkan pengetahuan dalam tindakanbagaimana individu benar-benar melakukan
pekerjaan mereka sehari-hari dibandingkan
kebijakan dan prosedur lebih formal yang
mencerminkan bagaimana pekerjaan sebaiknya dilakukan.
2.16 Hambatan Knowledge Sharing pada Community Of Practices
Hambatan terbesar di dalam upaya organisasi
melakukan transfer pengetahuan, yakni
adanya kultur penghambat yang dinamakan dengan pertentangan (friction). Pertentangan akan
memperlambat dan bahkan dapat mencegah berlangsungnya proses transfer pengetahuan dan
kemungkinan mengikis pengetahuan yang sudah ada (Sangkala: 2007).
Beberapa bentuk hambatan atau pertentangan dapat dilihat dibawah ini.
a.
Hambatan faktor internal :
Adanya rasa jenuh yang dialami anggota COP.
Adanya keterbatasan pengetahuan sebagian anggota.
Tiadanya waktu dan tempat pertemuan.
Kehilangan kepercayaan.
|