|
18
Pada
gambar
2.6(a)
merupakan
fungsi
keanggotaan
triangular
yang
didefinisikan dengan segitiga (x; 20, 60, 80). Pada
gambar 2.6(b)
merupakan
fungsi
keanggotaan
trapezoid
yang
dibentuk
dari
trapesium
(x;
10,
20,
60,
95).
Sebagai
catatan,
jika parameter b sama dengan c pada
fungsi keanggotaan
trapesium dengan
parameter
{a,
b,
c,
d},
maka
akan
berubah
menjadi
fungsi
keanggotaan
triangular
(Jang, 1997:24-26).
2.1.3.3 Fuzzification
Fuzzification
merupakan
sebuah
proses
pengubahan
nilai
asli
(crisp
value)
menjadi
nilai fuzzy. Menurut Ross (2010),
nilai
yang kita anggap nilai asli dan dapat
diukur sebenarnya tidak seluruhnya dapat diukur. Beliau beranggapan bahwa semua
nilai
tersebut
membawa
ketidakpastian.
Nilai
variabel
yang
tidak
pasti
tersebut
muncul karena pengukuran tidak tepat dan bersifat ambigu. Oleh karena itu, variabel
tersebut
dianggap
variabel
fuzzy
dan
dapat
direpresentasikan
dengan
fungsi
keanggotaan.
Representasi
dari
data
yang
tidak
tepat
menjadi
sebuah
himpunan
fuzzy
sangat
berguna,
namun
bukan
merupakan
keharusan
ketika
data
tersebut
digunakan
dalam suatu sistem fuzzy. Di dalam sebuah sistem kontrol
yang
menggunakan fuzzy,
sebuah
input
yang
berupa
hasil
pengukuran
maupun
data
yang
tidak
pasti
akan
diubah
nilainya
melalui
proses
fuzzification
untuk
digunakan
dalam
sebuah
sistem
inferensi fuzzy. Hal tersebut akan dilakukan oleh pengontrol fuzzy untuk menjalankan
sistem rule-based. Oleh karena itu di dalam sistem fuzzy, nilai yang memiliki besaran
harus
mengalami proses fuzzification terlebih dahulu
melalui pemetaan pada
fungsi
keanggotaannya, setelah itu dapat digunakan sebagai input dalam sistem fuzzy (Ross,
2010:94-95)
|