![]() 20
Misalnya ada output fuzzy yang
terdiri dari dua bagian: (1)
,
berbentuk trapesium
(Gambar
2.7a)
dan
(2)
,
fungsi
keanggotaan
berbentuk
segitiga
(Gambar
2.7b).
Gabungan
dari
keduanya
yaitu
=
?
,
menggunakan
operator
max,
sehingga
menghasilkan
bentuk
seperti
pada
Gambar
2.7c.
Sehingga
secara
umum,
kita
mendapat himpunan semesta pembicaran:
=
=
Contoh
metode
yang
dapat
digunakan
untuk
melakukan
defuzification
pada
output
fuzzy
adalah
metode
centroid
versi
kontinyu
dan
versi
diskrit
yang
akan
dibahas dibawah ini sebagai berikut:
1.
Centroid
method:
Metode
ini
juga
disebut
center
of
area
atau
center
of
gravity adalah yang paling umum digunakan dan paling bagus bentuknya dari semua
metode
defuzzification
(Sugeno,
1985;
Lee,
1990);
metode
ini
dijabarkan
dalam
ekspresi aljabra dan tanda
melambangkan integrasi aljabar.
Gambar 2.8 Metode Centroid Defuzzification.
2.
Weighted average method: adalah metode yang paling sering digunakan pada
aplikasi
fuzzy
karena
merupakan
salah
satu
metode
yang
perhitungannya
efisien.
Menurut
Buckley
&
Siler
(2005:122)
metode
ini
merupakan
bentuk
diskrit
dari
metode
centroid
dimana
terdapat
himpunan
nilai
diskrit
yang
diberikan
ke
dalam
fungsi
keanggotaanya.
Sayangnya,
metode
tersebut
terbatas
pada
output
fungsi
|