|
39
kelebihan ini, pengguna dapat merasa lebih yakin
terhadap
diagnosa
yang
diberikan. Selain
itu aplikasi
ini berbasis web sehingga dapat diakses dimana
saja
dengan
internet
dan
database
penyakitnya
dapat
di-update.
Namun,
kekurangannya
ialah tidak ada cara penanganan dan pencegahannya, padahal
hal
tersebut
merupakan
fitur
yang
sangat
penting
dalam
mendiagnosa
suatu
penyakit. Selain
itu
tidak
ada pengkategorian
untuk jenis
ikan, karena setiap
jenis
ikan
dapat
memiliki
ciri
-
ciri
yang
berbeda
walaupun
penyakitnya
sama.
2.2.2
Sistem
Pakar
Mendiagnosa
Penyakit
Pada
Ikan
Konsumsi
Air
Tawar Berbasis Website
Sistem
Pakar
Mendiagnosa
Penyakit
Pada
Ikan
Konsumsi
Air
Tawar
Berbasis
Website
merupakan
sistem
pakar
berbasis
Web.
Aplikasi
sistem
pakar
ini
dibuat
karena
adanya
kendala
yang
ditemukan
oleh
para
peternak
ikan, seperti penyakit
ikan yang
mengakibatkan kematian pada
ikan sehingga
menimbulkan kerugian pada peternak dan
kurangnya
jumlah
pakar
ikan
sebagai
tempat
untuk
konsultasi.
Dengan
sistem
pakar
ini
para
petani
dapat
mengetahui
penyakit
yang
menyerang
ikan
ternaknya
lebih
mudah.
Aplikasi
ini
dikembangkan
oleh
Elfani
dan
Pujiyanta
kemudian
diperkenalkan
dalam
Jurnal Sarjana Teknik Informatika pada tahun 2013.
Konsumsi
ikan
sangat
tinggi
dikalangan
masyarakat
dibandingkan
dengan
lauk
lain.
Sehingga
menjadikan
prospek
yang
baik
untuk
para
pebisnis
dalam
bidang
peternakan
ikan.
Namun
para
peternak
ikan
sering
mengalami
kerugian
yang
berarti
karena
penyakit
pada
ikan.
Dalam
survey
terdapat kematian sekitar 1500 ekor pada peternakan
ikan di
Desa
Baturetno
Kec.
Banguntapan,
Yogyakarta.
(Elfani
dan
Pujiyanta,
2013)
Selain
itu
karena
kurangnya
pengetahuan
mengenai
cara
mengatur
kolam
untuk
ikan
dan
minimnya
pakar
ikan
untuk
berkonsultasi.
Oleh
karena
itu
aplikasi
ini
dibuat
untuk
mendiagnosa,
memberi
definisi
penyakit,
dan
memberi
solusi
penanganan penyakit.
Aplikasi
sistem
pakar
berbasis
Web
ini
menggunakan
beberapa
theorema
untuk
melakukan
diagnosanya
antara
lain
:
Theorema
Certainty
Bayes.
Metode
ini
digunakan
untuk
mencari
nilai
kepastian
dari
diagnosa
yang dihasilkan. Pengembangannya menggunakan
pengembangan
sistem
|