|
18
bersifat kondusif untuk membuat sebuah kesalahan dan sangat
bergantung
kepada jenis
komputer, karena akan memiliki perbedaan
hasil pada setiap komputer.
Bahasa Assembly (Generasi kedua) menyerupai bahasa mesin, sehingga
untuk menjadi seorang programmer bahasa assembly
yang bagus harus
memahami bagaimana cara mesin memproses data. Layaknya bahasa
mesin, bahasa assembly masih tergantung pada komputer, karena masih
terdapat perbedaan pada tiap-tiap komputer.
Bahasa tingkat tinggi (Generasi ketiga) disebut bahasa tingkat tinggi
karena mudah untuk dipelajari, dan sebuah program tingkat tinggi ini
mermerlukan proses penerjemahan oleh komputer yang sangat rumit,
sering disebut dengan compiler, yaitu proses pengemasan program
secara keseluruhan agar lebih mudah digabung pada sebuah sistem
komputer. Contoh untuk bahasa tingkat tinggi seperti Pascal, Cobol dan
Fortran. Generasi keempat cirinya adalah mudah untuk dipelajari dan
dipahami, tepat untuk pengaksesan database, fokus pada maksimalis
produk manusia, bukan pada minimalis waktu komputer,
nonprocedural, tersedia dalam software
paket dan dapat
mengembangkan aplikasi yang
diinginkan contohnya seperti, MySQL
(Structured Query Language),
QBE (QueryByExample)
dan Report
Generator. Generasi kelima sering digunakan untuk akses Database
atau sistem pakar dan juga Knowledge
Based System
yang ditujukan
untuk bahasa alami hampir menyerupai hubungan kemanusiaan,
contohnya LISP dan Prolog. Dalam menterjemahkan bahasa program
dikenal dua program yaitu Compiller dan Interpreter. Compiller adalah
pengemasan bahasa program
secara keseluruhan, dengan
menterjemahkan bahasa program
tersebut kedalam bahasa objek,
sehingga akan dengan mudah dihubungkan dengan sistem operasi dan
diterima oleh Hardware. Interpreter adalah proses terjemah yang hanya
menganalisa dan mengekskusi setiap baris tanpa melihat keseluruhan isi
program, namun demikian Interpreter
memiliki kelebihan yaitu
eksekusi dapat silakukan dengan segera tanpa adanya proses kompilasi,
|