![]() 14
Namun bagaimana jika
kita
sedang tersesat di hutan atau menjadi
korban pesawat yang jatuh di tengah hutan? Karena tidak membawa
perlengkapan apa maka anda harus membangun bivak alam
Langkah awal untuk membangun adalah menemukan bahan yang cocok
untuk bivak yang akan kita bangun.
Pada dasarnya bivak hanya terdiri
dari dua bagian, yaitu rangka dan penutup. Sebagai rangka kita dapat
menggunakan kayu dengan diameter sekitar 5 cm, jika kurang dari 5 cm
biasanya batang tersebut kurang kuat (mudah melengkung atau patah),
namun batang yang terlalu tebal akan membuat kita kesulitan untuk
mengikatnya, selain itu batang yang terlalu besar memiliki berat yang
besar pula sementara kita harus menghemat tenaga.
Sifat kayu yang
harus dihindari untuk membuat bivak yaitu kayu berduri (kecuali bisa
dibersihkan) dan kayu beracun.
Untuk mengikat rangka kita dapat menggunakan batang tanaman-
tanaman merambat seperti rotan atau liana dengan diameter kecil tapi
kuat.
Termasuk sebagai penutup adalah atap dan lantai (pada beberapa
model
terdapat juga dinding), kita dapat menggunakan berbagai macam daun,
adapun daun yang digunakan sebaiknya daun-daun yang lebar sehingga
tidak sulit untuk menyusunnya di bivak.
Jenis daun lebar yang cukup
mudah ditemukan misalnya daun simpur atau yang satu marga, daun
pisang hutan, daun jati, dan banyak jenis daun lainnya.
Dalam memilih
daun sebaiknya diperhatikan ada tidaknya duri-duri yang berbahaya dan
hindari daun yang diketahui beracun.
Selanjutnya, merangkai bahan-bahan
yang telah kita kumpulkan
menjad bivak.
Model bivak
alam bentuknya dapat kita buat sama saja
dengan bivak ponco, perbedaannya hanya pada rangka yang lebih banyak
karena bagian penutup teridiri dari banyak lembaran yang disatukan.
1.
Rangka di rangkai dan diikat menggunakan sesuai bentuk yang kita inginkan.
|