![]() 15
2.
Bagian atap dibuat dengan menumpuk daun-daun secara selang seling
sehingga diperkirakan dapat mencegah air menetes ke dalam.
Sedangkan
bagian lantai tidak perlu serapi bagian atap, yang penting dapat menutup
permukaan tanah di bawah bivak.
3.
Untuk bagian dinding, jika terdapat daun dari famili palmacea (kelapa-
kelapaan) dan anda rajin, anda dapat menganyam dinding dari daun tersebut.
4.
Untuk menghindari air membanjiri lantai bivak, sebaiknya dibuatkan parit
kecil sebagai saluran air jika terjadi hujan.
2. Mencari Sumber Air
Air dapat dikonsumsi dengan baik apabila tidak berbau, tidak berasa
dan tidak berwarna. Untuk mendapatkan sekedar air sebenarnya tidak terlalu
sulit apalagi hutan hujan tropis. Yang jadi pertanyaan adalah apakah air
tersebut layak untuk kita konsumsi atau tidak. Berdasarkan sumber air yang
diperoleh, ada air yang langsung dapat diminum dan ada yang harus
mengalami treatment terlebih dahulu (dimasak, disterilkan, dan lain-lain).
Sumber air yang bisa langsung diminum:
Air hujan :
cara mengumpulkan air hujan bisa dengan
membuat wadah untuk menampungnya. Seperti misalnya,
ponco, plastic, kulit kayu, dll. Ada baiknya air yang sudah
didapat dimasak terlebih dahulu karena terkadang air hujan
mengandung asam.
Tumbuhan atau lumut :
kita dapat memanfaatkan proses
respirasi tumbuhan untuk mendapatkan air. Caranya dengan
membungkus sebuah ranting dan daunnya dengan sebuah
kantong plastik yang diikat ujungnya. Akan terjadi penguapan
dari daun di dalam plastik. Pastikan menggunakan daun yang
masih sehat. Untuk mendapatkan air dari lumut hanya
membutuhkan bahan yang menyerap seperti kain
Embun :
Pada daerah yang memiliki iklim yang sangat
ekstrim dimana sangat panas di siang hari dan sangat dingin di
malam hari, kita dapat menampung embun sangat banyak.
|