|
TriTangtu pada dasarnya adalah sesuatu yang berpasangan, dan bila bersatu akan
menjadi tunggal. Dalam cerita pantun pantun Sunda, kesempurnaan manusia
diperoleh setelah mencapai keharmonian dari p asangan dualistik. Hal ini juga berarti
TriTangtu merupakan sebuah filosofi primodial yang berkaitan d engan kosmologi
Sunda yan g membentuk struktur segitiga sama kaki (Ziaulhaq.2008). Refleksi struktur
segitiga ini men gacu kep ada Diri, Bumi, dan Negeri.
Opat Kalima Pencer
OPAT KA LIMA PANCER, dapat juga diartikan diri menyatu dengan unsur -unsur
utama alam, yaitu Angin, Cai (Air), Taneuh (Tanah) dan Seuneu (Api). Dalam Esai
Pancasila dan Macapat Kalima Pencer, Jakob Sumardjo mengemukakan bahwa,
Pancasila adalah macapat kalima pencer, empat kiblat (kuaternitas) yang memusat
(sentripetal) dan menyebar (sentrifugal) ke satu pusat, Ketuhanan Yang Maha Esa,
kualitas transden di tengah manusia Indonesia.
Pancaniti
Dalam penjabarann ya, yang dimaksud Pancaniti ialah lima poin sebagai berikut:
1. Niti Harti ( Tahap mengerti )
2. Niti Surti ( Tahap memahami )
3. Niti Bukti ( Tahap membuktikan )
4. Niti Bakti ( Tahap membaktikan )
5. Niti Jati (Tahap k esejatian , manunggal
dengan Allah )
C. Sub Kebudayaan Sunda
Dalam ruang lingkup Kebudayaan Sunda terdapat Sub Kebudayaan Cirebon, Sub
Kebudayaan Banten, dan Sub Kebudayaan Periangan (Edi S. Ekajati, 1995: 12 dan 14).
Adapun lokasi daerah yang termasuk ke wilayah Sub Kebudayaan Periangan adalah :
Sukabumi, Cianjur, Subang, Bandung, Sumedang , Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.
|