|
pada tiap mata rantai yang selanjutnya dianalisis sesuai dengan kebutuhan setiap mata
rantai
yang
ada
sehingga
dihasilkan
sebuah informasi yang dapat meningkatkan nilai
tambah, meminimalkan resiko usaha, menekan pembiayaan, dan menciptakan peluang
baru.
a. Peningkatan nilai tambah.
Pada peningkatan nilai tambah, informasi berperan untuk membentuk nilai yang
dapat
menjadi sarana
yang efektif
untuk mengidentifikasi
hal-hal
yang dapat di
transformasikan
menjadi value bagi
pelanggan.
Peningkatan
nilai
tambah
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen, membentuk
loyalitas (customer loyalty)
sehingga pelanggan selalu bersedia membeli untuk
jangka waktu yang panjang.
b. Meminimalkan resiko usaha.
Setiap bisnis memiliki resiko terutama yang terkait dengan faktor-faktor
keuangan. Pada umumnya resiko berasal dari adanya ketidakpastian dari aspek
eksternal
seperti
kurs
mata
uang
yang berfluktuasi,
perilaku
konsumen
yang
dinamis,
jadwal
pasokan
barang
yang
tidak selalu tepat, jumlah permintaan
produk yang tidak tetap dan trend perdagangan yang berubah.
Tujuan
dari
informasi
adalah
mampu mengurangi resiko bisnis, dan menjadi
sarana untuk mengelola resiko.
Untuk meminimalkan resiko tersebut dapat dilakukan upaya-upaya seperti
perkiraan
permintaan
berdasarkan
waktu, peninjauan pasar, perencanaan yang
baik dari ahli dan pengaturan keuangan.
|