![]() 28
teijadi kebakaran,
dan
pasca
kebakaran.
Manajemen
sebelum
kebakaran
berguna
untuk
mencegah dan
menghindari tetjadinya kebakaran.
Manajemen
saat
kebakaran
bertujuan
untuk
menghentikan atau menekan teijadinya
kebakaran yang
lebih
luas. Langkah
pasca
kebakaran dilakukan untuk merehabilitasi hutan agar
hutan kembali sebagaimana
mestinya
Mencegah
kehakaran lebih baik dari
pada memadamkan api
yang
sudah
menyebar di hutan Pencegahan hal-hal
yang
dapat
menimbulkan
kebakaran dihindari
sejauh
mungkin, terutama
di musim-musim
kering Mewaspadai
daerah-daerah yang
rawan
kebakaran,
baik
karena
fuktor alarn maupun
karena aktifitas
manusia, lebih
intensif
Pemantauan titik
api sangat
penting
untuk
menghindari kebakaran
hutan
yang
lebih Juas.
Titik awal
api
dapat
diakibatkan
oleh
faktor
alarn
maupun
manusia yang
dilakukan
dengan
sengaja atau tidak.
Faktor
alarn
seperti
gesekan antar pepohonan,
bara
dalarn batu bara
yang
abadi,
kilat dapat
menjadi
titik awal te!jadinya api
di hutan.
Kecerobohan menusia
oleh
para
pedaki
gunung
dan
kegiatan
perkemahan, pembuangan
puntung
rokok
dapat
menjadi
penyebab
tetjadinya
bencana
kebakaran
hutan. Selain
itu,
kebakaran
juga
ada yang
dilakukan
dengan sengaja
dengan
tujuan
untuk
land
clearing
untuk
pembukaan
lahan
atau
membersihkan
limbah
hutan
sehabis pemanenan
hasil
hutan
Api
yang
terkendali
dapat
dijadikan
sebagai
alat untuk
memhuka dan
membersihkan
hutan. Ini adalah cara
yang
termudah
dan
termurah, sehingga banyak
diterapkan di negara-negara
berkembang seperti
Indonesia.
Meskipun demikian,
pembukaan dan
pembersihan
hutan
yang
dilakukan
dengan
pembakaran bukanlah
jalan
yang
baik.
Karena
selama proses
pembakaran biomasa
dihasilkan banyak
polutan
yang
|