![]() 29
tersebar di
atmosfer, seperti
CO:!, CO,
NOx
,
metana
dan hidrokarbon non
metana, SOx
serta asap.
Mesk:ipm
pembakaran lrutan itu
bukan
cara yang baik
lUltuk membuka
dan
membersihkan
lrutan,
namm
rasanya
penghentian
pembakaran
ini sulit
lUltuk dicapai.
Oleb
karena
itu
harus ada
pengendalian kebakaran hutan
yang bertujuan
agar
penggunaan api tersebut tidak menyebabkan
bencana kebakaran hutan.
Pada
musim
kering
pemantauan
titik
api
di
hutan
lebih
diintensifkan. Pada
musim
kering
titik
api
akan
lebih
mudah
menjalar
karena kandmgan
air
dalam
kayu
berkurang
atau
memang
jenis
pepobonannya
mudah dimakan api. Penjalaran
api
akan
lebih
cepat
lagi
apabila
titik
api
berada
di
daerah
yang
lebih
rendah dari
daerah
sekitamya dan juga adanya
hembusan
angin
Dari hasil
pemantauan
terbadap
titik
api
ini
perlu
diklasi.fikasi.kan
mana
titik
api
yang terkendali
atau yang
liar, titik
api
terdapat pada daerah
yang rawan atau yang
rentan
terhadap
kebakaran.
Sehingga
dengan
bantuan
peta
daerah
rawan
kebakaran,
peta
topografi,
pemantauan
cuaca
terutama
arah
dan
kecepatan
angin, dan
juga
memperhatikan
sarana
pendukung mtuk
mengendalikan
kebakaran,
dapat
diklasiflkasikan titik api mana yang
perlu mendapat
prioritas
utama
lUltuk
segera
ditangani.
Adanya
kabut
asap
yang
sangat
tebal
dengan
temperatur
yang
sangat
tinggi
atau
panas
dapat
mengganggu pengamatan
obyek
diperrnukaan
bumi,
karena
pancaran
energi
terrnal
yang dipancarkan
oleb asap tersebut.
Sehingga
lUltuk memperoleb data melalui
satelit ini
membutuhkan
waktu
lUltuk
menmggu
asap
tebal
itu
menjadi
dingin sebingga
sensor dapat menembus pennukaan bumi.
|