![]() 28
3
dengan
melakukan
3D projection
(memproyeksikan koordinat
objek
sehingga
menjadl
koordinat 2 c!i1nensi x dan y
pada layar mordtor).
A1ll11:ll!1:!on
merrurut ftJ:Jgie
Jones
dan
Sean
Bonney
(2000}, adalab. Animasi
yar;g obyek-obyek
al'Jirr>.asinya adalah
obyek
3
din:ensi yang dibuat
dan dikeElb!llJgkan
dalam kompnter
da-'1 kemudian direrrder cleh
komputer tersebut
dengarr
memperhituJ:tgkan
semua
a.spek
visual
seperti
pencallayaan,
bump,
aspek
sebngainya
sudan ada dan
berkemba.ng
sejak
tah.un 60-an, tapi
ka.-ana. keterbatasan kecepatan btrdware
di
masa
itu
dibutuhkEL"l
kompute; serv·er
berukunm
b<esar
sekali untuk
membrutt
sel:n!&'l
arlrnasi
sederhsna
sehingga
be!um ada
yac"!g
membuatnya untuk
tuj,ucan
komersiL 3D
arillnation
Bf!at
mmya mcnjadi sebuah bidang
Deng&."l perlcemhac'lcgan
teknologi
hardware
dan
softvvare yang
sewU .kin
pesat,
dengan dengan rnuncu!nya sojrn;are-softwan:;
animation bac-u
yang
bi>a
para
desktop,
anl::nation menjadi
:mat.u bidang yarbisa
semua
orang.
Bahkan
kep.:mtingan komersial seperti
"""-
""'"
3D
arJma.tion
banycl!: dlgunakan
2.5.4
Dalam 3D
ar..i.'11ation ada
beberapa
isti!a.h umum ya.11g
harus
dipaha:ni hila
htgin
menpceiajarinya, ls:tllal1-H;tl!a:n
terse!m.t
adalah :
|