![]() 37
.;
"
............
:1
Da!am keadaan ini
masing-masing company
hams
melakukat1 evaluasi diri
dan
ben1.saha untuk
baik dari pesaing,
karena
sudah tidak ada
lagi yang
me!indungi
mereka. Selain itv
terjadi
pergeseran sit\Jasi pll.da Cmnpa-ay
(C2),
r
ompeti
·t
.or
(C
-
d
'
h
'
Ch,;; n rli'
Driver
(C4)
yz.ng mula! susah di
kontrol.
memprediksi masa
depan
jadi
sulit
dipakaL Karena
pada
kenyataannya sering
Da!am sltlJ.I.I.S!
seperti
biasanya.
Jadi
dalam
sitllasi
yang
diskorrti\1u,
kita
memerlukan
pemi.lciran
yang
bersifat
upside-down. Sebagai
strategi yang
ada.
Sementara
toko
lain
boleh pakai
ka!iu kredit
dl
Makro
M..akro hanva diceruntukan
buat an>rgota saia.
dengan
upside-down
thinking
pertama operasinya.
situasi
per:;ah!gan
customer
diperlalrukan
<>ebagai client, yang
biasanya be jumlah sedi.lcit, tapi punya hubungan lebih mendalan1.
ekstrem
atau
semua ©
sudah 3angat akti£
Ini
disebabkan
karer.:a
change-driver
dapat mer..imbulkan
kejutan-kejutan
maka
competitor dapat
menghilang.
Hal
ini terjadi karena pengaruh
IT
(Information
Technology) y<mg
menghilangkan batas
tem,pat dan
bahkan
waktu. Sebuah supermark<;>t
bisa
|