|
69
atribut-atribu.t:lya.
Relasi
dengan
data
redudam:y
dari update
anomal
(insertion,
deletion,
dan
modification
anonwlies)
han:s
dibila.'lgka.n
saat
normalisasi
Salah
satu
konsep
yaiJg
berhubl.!ngan
dm1gan
normalisasi
adalah
functior.al
dependen y,
yang
menggambarkan
reinsi
anta,""a
atribut
da.lam suata
relasi. Misalnya,
jika
A
dan
B
adalah
atribut-atnbut
dari
sebWLh
re\asi R,
B
dikataka.n
rergant1!Ilg
fungsional (functionally dependent) pada atribut
A
(A
B),
setiap
value
A
dihubu:ngka.n
tepat
(berasosiasi) dengan
satu
value
B. (A
dan B terdiri
satu ataukbih atribut).
Secara umu..m noirm;l.!isasi
dibagi menjadi lima tahap yaitu :
i.
First Normal
Fonn
(l'':NF)
Merupakan relasi dimana setiap ko!mn d&.
ba.ris hanya berisi satu value.
2.
Second
Normal
Form (2nd NF)
M<:ru;pal!::an
relasi dimana
setiap at!:ibtlt
bukan
primary
key
tergantung
sepemilinya
secara
fi.u!gsional
(folly functionally
dependent)
pada
primary
key.
Fullfur;etional dependeru.y wenunjukkan
b:u'lwa jika dan B
mempakan
ambut
sebuah relasi,
B
terganrung
sepentL'mya secata
fungsional pada A,
jika.
B
terganrung fungsional pada A tetapi tidak
tepat
pada semua subset
A.
3.
.Third Normal
Form (3nl NF)
Mempakan
relasi dimana
tidak
ada atribut
yang
bukau primary
key
yang
tergantang
transitif
(transitive
dependency)
;?ada
primary
key. Transitive
dependency
adalah kondisi dimana l\,
B
dan C
merupakar: atribut sebuah reinsi
,
roisalnya jika. AB dan B ©,maka © transitiveiy
dependent ;?ada
melalui
B
dengan
syarat
tidakfunctionally dependent
pada B atau © (R.A
RC).
|