|
142
menit dengan demikian terjadi peningkatan 26,32%. Waktu tunggu dari 45,6
menit
menjadi 102
menit, terjadi penundaan waktu sebesar 55,29%,
hal
ini terjadi
karena
perubahan
konsep
dalam simulasi
dimana
pada
proses
baru
penerimaan
order dilakukan secara terus menerus setiap 2 jam via modem sehingga rata-rata
menunggu order sampai seluruh proses adalah 102 menit. Sedangkan pada proses
lama waktu tunggu adalah menunggu kedatangan order yang dibawa secara
manual via supir sampai seluruh proses selesai adalah 56 menit.
Dalam proses
distribusi
yang
diukur
adalah
rata-rata
waktu
yang
harus
ditunggu
untuk
pengiriman
order
sesuai
dengan jadwalnya. Pada proses lama
setiap
pengiriman
harus
menunggu
rata-rata
61,57
jam atau
2,56
hari
sedangkan
pada proses baru adalah 43,37 jam atau 1,8 hari. Dengan demikian terjadi
penurunan waktu tunggu sebesar 29,55%.
Secara keseluruhan proses pemenuhan order pelanggan dan distribusi
mulai
dari
penerimaan
order
sampai dengan
distribusi
ke
pelanggan
terjadi
peningkatan dalam waktu proses sebesar 32,98 %
yaitu dari 3,85
hari pada proses
lama
menjadi
2,58
hari
pada
proses
yang dirancang. Sedangkan dari segi biaya
tambahan
tamabahan
untuk
setiap
order
pelanggan
terjadi
penghematan
sebesar
24,31% yaitu dari Rp24.774,5,- pada proses lama menjadi Rp 18.751,- pada
proses baru.
Jadi berdasarkan analisa tersebut dapat diketahui bahwa peningkatan
waktu proses pemenuhan order dan distribusi dalam industri ban sebesar 32,98 %
dan penghematan biaya tambahan tambahan distribusi sebesar 24,31% merupakan
|