|
9
b. Menentukan
komponen
kritis
dan
frekuensi
kerusakan,
serta
persentase
downtime
komponen kritis yang sering mengalami kerusakan.
c. Menentukan
jenis
distribusi
dari
komponen
kritis
yang
mengalami
frekuensi
breakdown dan total downtime terbesar.
d. Membandingkan reliability komponen kritis pada kondisi sekarang (tanpa preventive
maintenance) dengan kondisi usulan (dengan preventive maintenance).
e. Menentukan
interval
waktu
penggantian
komponen
kritis
pada
mesin
kritis
sebagai
tindakan pencegahan (umur penggantian pencegahan yang optimal) berdasarkan
kriteria minimasi downtime.
f.
Mengetahui
persentase
penghematan
biaya
maintenance
pada
komponen
kritis
yang
akan dikeluarkan oleh perusahaan.
g.
Merancang
sebuah
sistem informasi
yang
mendukung
kegiatan
preventive
maintenance
untuk
membantu
proses
pengambilan
keputusan
pada
bagian
maintenance machine/maintenance, serta mengetahui besarnya penghematan biaya
jika melakukan tindakan preventive maintenance.
1.4.2
Manfaat
Manfaat dari hasil pembahasan ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan
a.
Membantu
perusahaan
dalam melakukan
kegiatan
maintenance, sehingga
perusahaan
dapat
merawat
mesin-mesin
yang
ada
untuk
selalu
dalam keadaan
yang siap pakai sehingga tidak menghambat jalannya suatu proses produksi.
|