|
2
Ada dua
jenis bahasa dalam komunikasi, yaitu
verbal dan nonverbal. Pada
umumnya,
komunikasi
dilakukan
dengan
menggunakan
kata-kata
(lisan),
yang disebut
dengan
bahasa verbal,
yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila
tidak ada bahasa
verbal
yang
dapat
dimengerti
oleh
keduanya,
misalnya
kedua
belah
pihak
berasal
dari
dua daerah atau negara yang berbeda dan tidak ada bahasa yang dapat mereka gunakan
untuk dapat bercakap-cakap, maka komunikasi
masih
dapat
dilakukan
dengan
menggunakan gerak-gerik badan atau ekspresi tertentu, misalnya tersenyum,
menggelengkan kepala ketika hendak
berkata tidak,
mengangguk ketika hendak
mengatakan ya, atau mengangkat bahu untuk mengekspresikan ketidaktahuan. Cara
seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Dalam
berkomunikasi
menggunakan
bahasa,
terutama
dalam keseharian
kita
bersosialisasi dengan orang
lain, kita mengenal adanya
ungkapan-ungkapan,
yang dalam
bahasa Jepang disebut dengan hyougen, untuk
mengungkapkan perasaan dan pikiran kita
kepada lawan bicara atau penerima
pesan. Salah satu dari dari banyaknya
hyougen ada
yang disebut dengan orei no hyougen (?????) yang dalam bahasa Indonesia adalah
ungkapan terima kasih.
Secara denotatif, dalam bahasa Indonesia orei berarti terima kasih. Namun, orei
dapat
pula
dirtikan
sebagai
perasaan
syukur atas
apa
yang
telah
di
dapat.
Contohnya,
orang Jepang
mengucapkan arigatou gozaimasu ketika menerima sesuatu, baik itu
berupa barang ataupun jasa dari orang lain.
Selain itu,
orang
Jepang
mengucapkan
itadakimasu
ketika
selesai
makan.
Ungkapan
ini tidak hanya dipakai
apabila mereka
menerima
makanan dari orang
lain,
namun
lebih
cenderung untuk mengungkapkan perasaan syukur
mereka atas makanan yang telah
mereka terima.
|