Home Start Back Next End
  
1
Bab 1
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Masyarakat
Jepang
adalah
masyarakat
yang
sangat
menghargai
alam,
bagi
mereka
alam merupakan
hal
yang
harus
dihargai.
Hal-hal
ini
tercermin
dalam kehidupan
dan
kebudayaan
mereka,
seperti
misalnya dapat
dilihat
dari
perayaan matsuri
mereka
yang
mereka lasanakan sesuai dengan musim,
bahkan
mereka
juga
menyajikan
makanan-
makanan mereka sedemikian rupa sehingga menyesuaikannya dengan alam atau musim.
Pemikiran
masyarakat
Jepang
yang
mecintai
alam ini
didukung
oleh
teori
yang
dinyatakan oleh Nakamura Hajime (1911-1999), yaitu seorang pakar Buddhisme Jepang.
Menurut
Nakamura
dalam
Noviandini
(2009:1)
dalam bukunya
yang
berjudul
Nihonjin
Shiihoho
menyatakan bahwa orang Jepang sangat mencintai dan mengagumi alam. Mereka
menghiasi baju-baju mereka dengan gambar bunga, burung, dan rerumputan, dan dalam
makanan
mereka
sedapat
mungkin
mereka menghargai bentuk alami makanan itu apa
adanya.
Di
tempat
tinggal
merekapun
mereka
meletakan
ikebana atau
bonsai
di
tokonoma
(tempat atau ruangan kecil tempat
memajang hiasan), dan melukis gambar bunga dan
burung yang sederhana di fusuma (pintu geser Jepang)
Pernyataan
diatas
mengungkapkan
bahwa orang
Jepang
akan
sebisa
mungkin
memasukan
unsur
alam
ke
dalam keseharian mereka,
misalnya
pakaian
ataupun
gambar-
gambar
pajangan
dalam
rumah.
Musim,
merupakan
salah
satu
unsur
alam terbesar
yang
dapat
kita
lihat
di
Jepang.
Musim di
Jepang
terdiri
dari
empat
musim,
yaitu
musim
semi
(haru),
musim panas (natsu),
musim
gugur
(aki), dan
musim dingin (fuyu). Setiap
musim
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter