|
2
bersangkutan.
Bahasa
Jepang
yang
semakin
popular
di
Indonesia
selain
membawa
pengetahuan
akan
bahasa
Jepang
secara
keseluruhan
juga membawa
pengaruh
budaya Jepang ke dalam masyarakat Indonesia yang mempelajari tentang
bahasanya
dan budayanya.
Budaya Jepang
yang
banyak
digemari
oleh
masyarakat
Indonesia
tidak
hanya
lagu
dan
tariannya
saja,
tetapi
juga budaya
lainnya
seperti
fashionnya,
manga,
cosplay,
dan anime.
Dewasa
ini, manga,
cosplay,
dan
anime
semakin digemari oleh masyarakat Indonesia, baik muda maupun tua. Negara
Jepang yang
mempercayai banyak dewa mempengaruhi banyak budayanya
termasuk
dalam
manga
dan anime.
Dalam
anime
dan manga sudah
umum
apabila
dewa
dewa
atau
makhluk-makhluk
suci
maupun
setan-setan
Jepang
disebutkan
di
dalam
ceritanya.
Salah
satu
dari
kepercayaan
Jepang
yang
cukup
sering
muncul
dalam anime dan manga adalah kitsune.
Bahasa dan budaya memiliki kaitan yang erat, sehingga apabila seseorang
ingin
mempelajari
dan
memahami
tentang
suatu
bahasa, alangkah baiknya
bila
dapat
memahami
juga budaya
yang
melatar-belakangi
bahasa
tersebut.
Masyarakat
Jepang
menggunakan
bahasa
Jepang
sebagai
alat komunikasi
dalam
percakapan
sehari-hari
di
antara
mereka.
Komunikasi
yang
terjadi
di
antara
mereka tidak terlepas dari adanya pengaruh budaya pada kehidupan dan
komunikasi
sehari-hari.
Linguistik
adalah ilmu tentang
bahasa atau ilmu yang menjadikan
bahasa
sebagai
objek
kajiannya
(Chaer,
2003:1).
Di dalam
linguistik
bahasa
Jepang
terdapat
sepuluh
cabang
ilmu
yang
mengkaji
ilmu
bahasa
berdasarkan jenisnya,
yaitu fonetik
(onseigaku),
fonologi
(on-in-ron),
morfologi
(keitairon),
sintaksis
(tougoron),
semantik (imiron),
pragmatik
(goyouron),
sosio-linguistik
(shakai
gengogaku), linguistik kognitif (ninchi
gengogaku), dan
psiko-linguistik (shinri
|