Home Start Back Next End
  
3
gengogaku)
(Sutedi, 
2003:6). 
Istilah 
linguistik 
dalam 
bahasa 
Jepang 
disebut
dengan
gengogaku,
sedangkan
linguistik
bahasa Jepang
disebut
dengan
nihongo-
gaku.
Kata
nihongo-gaku 
bisa
diterjemahkan 
dengan
ilmu
bahasa
Jepang.
Jadi,
dalam  nihongo-gaku
dipelajari 
tentang 
seluk-beluk 
bahasa 
Jepang, 
yang
mencakup 
berbagai 
cabang 
seperti 
dalam 
linguistik 
pada 
umumnya 
(Sutedi,
2004:2).
Di 
dalam 
linguistik 
terdapat 
berbagai 
cabang 
linguistik 
diantaranya 
yaitu
semantik
(imiron).
Semantik
atau imiron
yaitu
salah
satu
ilmu
linguistik
yang
mengkaji 
tentang 
makna 
kata, 
frase, 
dan  klausa 
dalam 
suatu 
kalimat
(Sutedi.2004:6).
Untuk
mengetahui
makna
dari sebuah
kata
maka
diperlukan
semantik  untuk
mengkajinya, 
karena
dalam
suatu
bahasa  terdapat  istilah-istilah
yang
memiliki
makna
tersirat.  
Pada
saat
seseorang
menyampaikan
ide atau
pikirannya  kepada  petutur,  petutur  tersebut  dapat  mengerti  apa
yang
dimaksud
oleh
sang
penutur
karena
ia bisa
menyerap
makna
yang
ingin
disampaikan
oleh
penutur.
Ada pendapat
yang
mengatakan
bahwa
setiap
jenis
penelitian
yang
berhubungan  dengan  bahasa  seperti  struktur  kalimat,  kosakata,  ataupun  bunyi-
bunyi 
bahasa, 
pada 
hakikatnya   tidak 
terlepas 
dari 
makna, 
oleh 
karena 
itu
dibutuhkan
semantik untuk memahaminya.
Kanyoku  atau ungkapan sering juga kita  jumpai dalam berbagai bahasa di
dunia.
Kehadiran
Kanyoku
dalam
suatu
bahasa
sangat
dipengaruhi
oleh
pola
pikir
penutur
bahasa
itu sendiri.
Tidak
jarang
pembelajar
bahasa
Jepang
yang
sudah
menguasai 
bahasa  Jepang,  mendapat  kesulitan  untuk  berbicara  bahasa  Jepang
dengan
nuansa
yang
alami
atau
ingin
mengungkapkan 
sesuatu
dengan
arti
yang
tepat. Hal ini disebabkan
salah satunya
karena penguasaan
Kanyoku
yang terbatas,
sehingga
apa
yang
ingin
diungkapkan
tidak
tepat
pada sasaran
yang
diinginkan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter