|
4
Dalam bahasa Jepang,
terdapat Kanyoku
yang berhubungan
dengan binatang,
seperti kucing, kodok atau rubah.
Penulis ingin meneliti perbedaan makna yang terdapat dalam lima
kanyoku
yang
berhubungan
dengan
kitsune
karena
dalam
masyarakat
Jepang,
kitsune
memiliki
banyak
arti. Kebudayaan
Jepang
yang
memiliki
kepercayaan
akan hal
mistis
yang berhubungan
dengan
kitsune
memberikan
alasan
akan
terdapatnya
Kanyoku yang berhubungan
dengan kitsune.
Menurut
Kamus
Besar
Bahasa
Indonesia,
rubah
adalah
binatang
sejenis
anjing,
bermoncong
panjang,
pemangsa
daging,
ikan,
dan
sebagainya.
Rubah
terdapat
di
berbagai
negara,
termasuk
Jepang.
Di
Jepang,
terdapat
sebuah
kuil
di
kota
Kyoto
yang
merupakan
kuil
tertua
di
negara
sakura
tersebut
yang
bernama
Kuil
Fushimi
Inari. Di
dalam kuil Fushimi Inari tersebut terdapat banyak patung rubah dan
rubah diberikan tempat terhormat. Seperti halnya sapi di India, rubah adalah
hewan
yang
dianggap suci
dan
dikeramatkan
di Jepang.
Hal
ini
disebabkan
karena
kepercayaan
yang
dimiliki
oleh
masyarakat
Jepang
yang
meyakini
binatang
sebagai
pembawa
pesan
para
dewa atau
bahkan
perwujudan
dari
dewa
itu
sendiri.
Rubah
biasanya
memangsa
hama
padi sehingga
populasi
hama
tersebut
dapat
terkendali
dan
pertumbuhan
padi
dapat
terkendali.
Oleh
jasa
rubah
tersebut
tidak
heran jika orang Jepang akhirnya menghargai dan menghormati rubah sebagai
hewan suci pembawa
pesan dewa. Menurut agama Shinto, rubah adalah wali dewa
dan
utusan
dewa
beras
yang
bernama
Inari-sama.
Kuil
Fushimi
Inari
merupakan
kuil
pusat
bagi
lebih
dari
30.000
kuil
Inari-sama
yang
ada
di
Jepang.
Rubah
atau
kitsune
dikatakan
sangat
menyukai
abura-age
(kulit
tahu
goreng),
maka
dari itu
sudah
umum
apabila
abura-age
dijadikan
persembahan
di kuil
Inari
sebagai
pengganti tikus liar (Tadaaki,
2004)
|