|
74
tetapi
Brand
Switching
juga
tetap
naik
maka
perlu
ditelusuri
variabel
lain
yang
memungkinkan
tetap
terjadinya
Brand
Switching.
Menurut
Keaveney
sebagaimana
yang
dikutip
Prasetijo
dan
Ihalauw
(2005,p.97
98) menemukan
beberapa
hal
sebagai
hasil
penelitiannya bahwa pergeseran merek karena
Memang
ada maksud (intention)
untuk
berhenti mengkonsumsi brand yang biasa dipakai dan ingin memakai brand lain.
Dalam
penelitian
ini
variabel
lain
yang tidak
diketahui
dalam
penelitian
ini
yang
menyebabkan Brand Swit©hing adalah 32,7%. Sedangkan bila
persediaan produk turun maka
Brand
Switching
pun
turun.
Kondisi
ini
diduga
disebabkan
oleh
situasi
yang
biasa
terjadi
yakni masa dimana
perusahaan tidak
boleh impor dalam waktu-waktu tertentu yakni
pertengahan
tahun
bulan
april
hingga
Juli
sesuai
yang
ditetapkan
oleh
pemerintah
namun
pada
masa
tersebut
PT. Perusahaan
Perdagangan Indonesia masih
bisa
mengendalikan
persediaannya sekalipun sudah menurun sehingga membuat pelanggannya
kembali membeli
di
PT.
Perusahaan
Perdagangan
Indonesia
karena dimungkinkan
pasar
juga
lesu
yakni
perusahaan lain
tidak mampu
menyediakan
produk.
Hal
ini sesuai
dengan situasi dimana
penyebaran questioner yakni
pada bulan juni sehingga kasus tersebut bisa saja terjadi. Perlu
pengembangan penelitian kepada peneliti selanjutnya
untuk meneliti di saat peraturan impor
sudah dibuka kembali.
4.7.3
Analisis
Pengaruh
Secara
Simultan
Kualitas
Produk
dan
Ketersediaan
Produk terhadap Brand Switching
Di
bawah
ini
adalah
hasil
analisis
regresi
berganda
antara
variabel
Kualitas
Produk
dan
Ketersediaan
Produk
terhadap
Brand
Switching,
berikut adalah
tabel
hasil
pengolahan
SPSS 16.0
|