|
individu atau kelompok. Tawuran sering kali dilakukan oleh remaja atau anak yang
sedang menuju dewasa.(http://www.e-psikologi.com/remaja.htm).
Komisi Nasional
Perlindungan Anak (Komnas anak) mencatat jumlah kasus tawuran antarpelajar pada
semester pertama tahun 2012 meningkat dibandingkan dengan kurun yang sama tahun
lalu.Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait menyatakan sepanjang enam
bulan pertama tahun 2012 lembaganya mencatat ada 139 kasus tawuran pelajar, lebih
banyak dibanding periode sama tahun lalu yang jumlahnya 128 kasus. Menurut data
yang diperoleh dari layanan pengaduan masyarakat Komnas Anak tersebut, dari 139
kasus tawuran yang kebanyakan berupa kekerasan antar
pelajar tingkat sekolah
menengah pertama. Salah satu contoh dua orang pelajar SMP berinisial SA (14)
pelajar kelas 2 SMP D dan RF (15) pelajar kelas 3 SMP G terpaksa berurusan dengan
aparat kepolisian. Mereka berdua diamankan petugas saat berkelahi
dengan
kelompok pelajar lainnya. Mereka terlibat tawuran dikarenakan pelajar SMP yang
berinisial SA tidak sengaja menginjak kaki RF saat keduanya bersama belasan rekan
lain tengah jalan di Jembatan Kelor, Matraman, Jakarta Timur. (Laksono .H 2012).
Hal yang terjadi pada saat tawuran sebenarnya adalah perilaku agresi dari seorang
individu atau kelompok
Perilaku agresif adalah setiap tindakan yang dimaksudkan untuk menyakiti
atau melukai orang lain (Taylor, dkk. 2009). Menurut Baron (dalam Koeswara, 1988),
agresi adalah tingkah laku individu yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan
individu yang tidak menginginkan datangnya tingkah laku tersebut. Menurut
Setiawan (2012) perilaku agresif dilakukan anak atau remaja, baik di rumah, sekolah,
bahkan di lingkungan masyarakat luas.
Menurut Atkinson (2000) ada beberapa jenis perilaku agresi diantaranya :
agresi instrumental ; agresi verbal ; agresi fisik ; agresi emosional ; agresi konseptual.
|