Start Back Next End
  
Pola asuh orang tua merupakan seluruh cara pengasuhan orang tua yang
diterapkan pada anak. Banyak ahli mengatakan pengasuhan anak merupakan bagian
penting dan mendasar, menyiapkan anak untuk menjadi masyarakat yang baik.
Terlihat bahwa pengasuhan anak menunjuk kepada pendidikan umum yang
diterapkan pengasuh terhadap anak berupa suatu proses interaksi antara orang tua
(pengasuh) dengan anak (yang diasuh). Interaksi tersebut mencakup perawatan seperti
dari mencakupi kebutuhan makan, mendorong keberhasilan dan melindungi, maupun
sosialisasi yaitu mengajarkan tingkah laku umum yang diterima oleh masyarakat
(Wahyuning, Dkk. 2003). 
Menurut Baumrind (1996) terdapat empat jenis atau bentuk utama gaya
pengasuhan diantaranya : pola asuh otoriter
,
pola asuh
demokratis, pola asuh
mengabaikan,
dan pola asuh memanjakan. Pola asuh otoritarian bersifat membatasi
dan menghukum, mendesak anak untuk mengikuti kata orang tua mereka, harus
hormat pada orangtua mereka, memiliki tingkat kekakuan (yang tinggi, dan memiliki
intensitas komunikasi yang sedikit. Sedangkan pola asuh demokratis memiliki
karakteristik berupa intensitas tinggi akan kasih sayang, keterlibatan orang tua,
tingkat kepekaan orangtua terhadap anak, nalar, serta mendorong pada kemandirian.
Untuk pola asuh mengabaikan memilik ciri orang tua yang tidak terlibat dalam
kehidupan anak karena cenderung lalai. Terakhir pola asuh memanjakan adalah
membuat orang tua menjadi sangat terlibat dengan anak-anak mereka. 
Beberapa perubahan pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan
orang tua-remaja adalah penalaran logis yang berkembang pemikiran idealis yang
meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, pacaran
dan pergerakan menuju kebebasan (Santrock,2003). Secara umum, konflik biasanya
melibatkan aspek umum dari kehidupan sehari-hari keluaga seperti pulang pada jam
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter