|
48
parameter
sebaran
binom.
Hipotesis
alternatifnya
dapat berupa
alternatif
yang
bersifat
satu-arah atau
dua-arah : p < Po.P > Po.P
ic
Po.
Statistik
yang akan digunakan
sebagai landasan
kriteria
keputusan
dalam
penelitian
kami ini
adalah peubah acak binom
X,
meski kita
pun
dapat menggunakan
statistik
P=XIn
sama
baiknya.
Nilai-nilai
X
yangjauh
dari nilai
tengah
J.l = np
0
akan membawa
pada
penolakan
hipotesis
no!.
Kita
mengetahui
bahwa nilai-nilai
peluang
binom dapat dihitung
langsung
dari
rum us
binom.
Untuk n
yang
besar
kita
dapat menggunakan
prosedur
hampiran.
Bila nilai
yang dihipotesiskan p
0
mendekati no!
atau
I, kita dapat
menggunakan
sebaran
Poisson
dengan
pardmeter
J.l '= np
0
.
Untuk n yang besar,
hampiran
normal dengan
parameter
J.l
=
np
0
dan if-
=
np
0
q
0
biasanya
!ebih
disukai,
dan
hampiran
ini
memang
sangat
teliti
asa!kan p
0
tidak
terlalu
mendekati
no!
atau I. Bila
digunakan
hampiran
normal,
nilai z
untuk pengujian
p
=
p
0
diberikan oleh
X-npo
Z=----
...J
npoqo
yang merupakan
nilai bagi
peubah acak
normal
baku Z.
Oleh
karena
itu, untuk
uji
dua-
arah
dengan
taraf
nyata a, wilayah
kritiknya adalah
z
<
-Za/2
dan z
> -za 2
.
Bila
alternatifnya
satu-arah p <Po. wilayah
kritiknya adalah
z
<
-z., dan bila
alternatifnya p >
p
0 ,
mal<a wi!ayah kritiknya z < Za
Untuk
menguji hipotesis
no!
mengenai proporsi
populasi dengan menggunakan
hampiran
normal, kita
menggunakan
langkah-langkah sebagai
berikut :
I. Ho :p
=Po.
2. H
1
:
Alternatifnya salah satu
p
<
Po.P > p
0,
ataup
t
po
|