![]() 42
Gambar 2.11 Topologi Fisik Komunikasi Sesama VLAN Antar Switch Dengan Trunking
2.11 VLAN Trunking Protocol
(Cisco Systems, 2005c) Setiap switch Cisco
memiliki
VLAN database-nya
masing-masing untuk menyimpan informasi tentang VLAN yang diterapkan di
switch
tersebut.
Pada
mulanya,
setiap switch Cisco
dikonfigurasi
satu
per
satu
sedemikian rupa sehingga VLAN database pada setiap switch adalah sama. Seiring
perkembangan jaringan yang kian membesar,
switch Cisco juga semakin
bertambah dan konfigurasi
tetap dilakukan secara manual dan satu per satu. Hal ini
dapat
menimbulkan
kelalaian
dalam
mengkonfigurasi
switch-switch yang kian
membanyak.
Bila
terjadi
penambahan
satu
VLAN,
sang administrator
harus
kembali mengkonfigurasi setiap switch-switch
secara manual dan satu per satu.
Untuk
mengatasi
masalah
ini, digunakanlah
teknologi
VLAN
Trunking
Protocol
(VTP). VTP memberikan sarana pemberitaan informasi VLAN ke switch Cisco
yang
berada
di
dalam domain
manajemen
yang
sama.
Satu
switch
Cisco
hanya
memiliki satu nama domain.
Berdasarkan Cisco Systems (2005c), VTP terbagi atas 3 jenis yaitu server,
client,
atau transparan. VTP
server
dapat
memodifikasi
VLAN database
dan
mengirimkan
informasi VLAN ke semua port trunking di switch Cisco. VTP client
tidak
dapat
memodifikasi
VLAN database.
VTP client hanya berfungsi
menerima
informasi VLAN dari VTP server, mengupdate VLAN database dan mengirimkan
|