|
36
Namun
demikian,
untuk
mempermudah penerjemahan
pseudocode
ke
bahasa
pemrograman
yang
sebenarnya,
Robertson
(1993,
p6-7)
memberikan petunjuk
dalam
cara
penulisan pseudocode sebagai berikut:
1. Pernyataan ditulis dalam bahasa Inggris sederhana (atau bahasa lain yang dimengerti oleh
programmer, misal bahasa Indonesia)
2. Setiap perintah ditulis dalam baris tersendiri.
3. Kata
kunci
atau
indentasi
(penulisan
yang
menjorok
ke
dalam)
digunakan
untuk
menandai struktur kontrol khusus.
4. Setiap
himpunan
perintah
ditulis
dari
atas
ke
bawah,
dengan
hanya
satu
awal
dan
satu
akhir program.
5. Sekumpulan
pernyataan-pernyataan
dapat
disatukan,
dalam
modul-modul
yang
diberi
nama tertentu sesuai dengan tujuannya.
|