|
10
4. Ajaran yang disebarkan oleh kuil-kuil tertentu
5. Jalan Dewa sebagai norma politik dan moral
6. Sekte Shinto seperti yang ditemukan di agama baru.
Dalam Shinto
ada
upacara
untuk
membersihkan
diri
dari
roh-roh
yang
jahat.
Upacara
tersebut terdiri dari harai
(pengusiran roh
jahat), misogi
(pembersihan diri) dan
imi
(pantangan).
Harai
biasanya
dilakukan
oleh
pendeta, misogi
dilakukan
dengan
air
atau
garam, sedangkan
imi
biasa dilakukan oleh para pendeta sebagai usaha untuk
menghindarkan kekotoran diantaranya dengan cara berpantang. (Rosidi, 1981:83)
Berikut
ini
adalah
pengertian
harai,
misogi,
dan
imi
menurut
buku
Andrew,A,at
al.
(1996:149, 151 & 223):
1. harai atau disebut juga harae adalah
istilah
umum yang dipakai oleh
upacara
pembersihan
Shinto.
Fungsi
dasar harai
adalah
upacara
pembersihan
untuk
mempersiapkan
peserta
upacara
sebelum bertemu
dengan
Dewa.
Dalam
harai
juga terdapat ritual penebusan dan hukuman bagi pelanggaran terhadap sesuatu
yang suci atau keramat.
2. misogi adalah ritual pembersihan Shinto.
Arti dari kata misogi
sendiri adalah
ritual pembersihan tubuh dengan menggunakan air untuk menghilangkan
segala kekotoran baik secara fisik maupun spiritual.
3. imi adalah ritual untuk menjauhi segala benda, orang, tempat, waktu,
kegiatan, atau kata yang dianggap keramat. Konsep imi
bisa dikatakan
berhubungan erat dengan suatu gagasan ketidaksucian (kegare) Salah satu
contohnya adalah pantangan tradisional yang meliputi kelahiran, menstruasi,
dan kematian.
Ada juga imikotoba yang
merupakan sebuah pantangan dalam
|