|
9
dewa
atau roh
alam.
Shinto
terdiri
dari
dua
buah
huruf
Cina
(??, shen
tao)
yang
berarti
dewa
dan
jalan.
Bila
digabung,
Shinto
mempunyai
arti,
Jalan
Dewa.
Shinto
bisa dilihat sebagai bentuk kepercayan animisme yang menjadi kepercayaan utama
orang
Jepang.
Tetapi
di
lain
pihak,
kepercayaan
dan
cara berpikir
Shinto
juga
telah
tertanam
di
dalam
struktur
masyarakat
Jepang
modern.
Shinto
tidak
memiliki
ajaran
yang mengikat, tidak memiliki tempat yang paling
suci
untuk
para
pemuja,
tidak
ada
orang atau dewa yang dianggap paling suci, dan bahkan tidak mempunyai ketetapan doa.
Shinto
adalah
sekumpulan
ritual
dan
metode
yang
bermaksud
untuk
membatasi
hubungan antara
manusia dan dewa.
Dalam agama Shinto
tidak
terdapat alkitab
namun
mempunyai
Kojiki
dan
Nihon
shoki.
Kojiki
adalah
catatan
kuno
tentang
Shinto
dan
Nihon shoki merupakan
cerita
tentang sejarah Jepang. Dalam
kojiki
diceritakan tentang
Izanagi dan Izanami
yang
menciptakan pulau Jepang dan para dewa Shinto. Dewa-dewa
Shinto diciptakan pada saat Izanagi mensucikan dirinya di dataran Ahagi di Tachibana.
Pada saat Izanagi membersihkan mata kirinya maka lahirlah dewi Amaterasu Omi Kami,
pada
saat
membersihkan
mata
kanannya
maka lahirlah
Tsukiyomi
No
Mikoto
dan
pada
saat
membersihkan
hidungnya
maka
lahirlah
Susano
O
Mikoto
(Jorgenson
dan
Opsteen, 2003).
Sokichi dalam Toshio (1993:10) membagi pengertian kata Shinto menjadi enam
bagian:
1. Kepercayaan
yang
terbentuk
dari
adat-istiadat
asli
orang
Jepang,
termasuk
juga di dalamnya kepercayaan terhadap takhyul.
2. Wewenang,
kekuatan,
kegiatan
atau
perbuatan
dewa,
status
dewa,
menjadi
dewa atau dewa itu sendiri.
3. Konsep dan ajaran mengenai dewa.
|