|
21
bekerja
tanpa
kesungguhan,
sangat
cepat
seolah-olah
diburu
waktu,
atau
karena
mengalami kesulitan-kesulitan seperti karena kondisi ruangan
yang buruk. Sebab-
sebab
seperti
ini
mempengaruhi
kecepatan
kerja
yang
berakibat
terlalu
singkat
atau
terlalu panjangnya
waktu
penyelesaian. Hal
ini
jelas
tidak
diinginkan karena
waktu
baku
yang
dicari
adalah
waktu
yang
diperoleh dari kondisi
dan cara kerja
yang
baku
yang
diselesaikan
secara
wajar.
Andaikata
ketidakwajaran
ada
maka
pengukur
harus
mengetahui
dan
menilai
seberapa
jauh
hal
itu
terjadi.
Penilaian
perlu diadakan karena berdasarkan inilah penyesuaian dilakukan.
Biasanya
penyesuaian
dilakukan
dengan
mengalikan
waktu
siklus
rata-rata
atau waktu
elemen
rata-rata
dengan
suatu harga p yang disebut
faktor
penyesuaian. Bila
pengukur
berpendapat
bahwa
operator
bekerja
diatas
normal
(terlalu
cepat),
maka
harga
p
nya
akan
lebih
besar
dari
atu
(p1);
sebaliknya jika
operator
dipandang bekerja
dibawah
normal
maka
harga
p
akan
lebih
kecil
dari
satu (p).
Seandainya pengukur
berpendapat bahwa opeator bekerja
dengan
wajar
maka harga p nya sama dengan satu (p = 1).
Beberapa cara menetukan faktor penyesuaian :
1. Cara Persentase
Cara
persentase
merupakan cara
yang
paling
awal
digunakan
dalam
melakukan
penysuaian. Disini
besarnya
faktor
penyesuaian sepenuhnya
ditentukan
oleh
pengukur
melalui
pengamatannya selama
melakukan
pengukuran. Jadi sesuai dengan pengukuran dia menentukan harga p yang
|