|
35
Berdasarkan
penelitian,
ternyata
besarnya
kelonggaran
ini
bagi
pekerja
pria
berbeda
dengan
pekerja
wanita;
misalnya untuk
pekerjaan-pekerjaan
ringan
pada
kondisi-kondisi
normal
pria
memerlukan
2
-2.5
dan
wanita
5%
(persentase ini adalah dari waktu normal).
2. Kelonggaran untuk menghilangkan rasa Fatique
rasa
fatique
tercermin
antara
lain
dari
menurunnya hasil
produksi
baik
jumlah
maupun
kwalitas. Jika
rasa
fatique
telah
datang
dan
pekerja
harus
bekerja
untuk
menghasilkan performance
normalnya,
maka
usaha
yang
dikeluarkan pekerja
lebih
besar
dari
normal
dan
ini
akan
menambah
rasa
fatique.
Bila
ini
berlangsung
terus
pada
akhirnya
akan
terjadi
fatique
total
yaitu
jika
anggota
badan
yang
bersangkutan sudah
tidak
dapat
melakukan
gerakan kerja
sama
sekali
walaupun sangat dikehendaki. Hal
demikian
jarang
terjadi
karena
berdasarkan
pengalamannya pekerja
dapat
mengatur kecepatan
kerjanya sedemikian rupa, sehingga
lambatnya gerakan-gerakan kerja
ditujukan untuk menghilangkan rasa fatique ini.
3. Kelonggaran untuk hambatan-hambatan tak terhindarkan
Dalam
melaksanakan pekerjaannya, pekerja
tidak
akan
lepas
dari
berbagai
hambata.
Ada
hambatan
yang
dapat
dihindarkan seperti
mengobrol yang
berlebihan
dan
menganggur
dengan
sengaja.
Ada
pula
hambatan
yang
tidak
dapat
dihindarkan karena
berada
diluar
kekuasaan
pekerja
untuk
mengendalikannya.
Beberapa
contoh
yang
termasuk
kedalam
hambatan
tak
terhindarkan adalah
|